Media Kumparan menyebarkan hoax soal pajak melahirkan di
https://kumparan.com/…/catat-kini-biaya-persalinan…
Ini HOAX lama (Juni 2021) tapi sampai sekarang masih terus beredar dan diulang-ulang. 🥴
Padahal berita ini dibikin-bikin sendiri dari pernyataan salah satu ibu yang sedang hamil yang tidak terima dengan adanya rencana tarif PPN pada rumah bersalin. Menurutnya hal ini akan membuat beban biaya melahirkan semakin membengkak.
Ibu ini menuding bahwa tarif PPN tersebut akan memberikan tambahan beban biaya kepada ibu hamil yang hendak melahirkan.
Jadi Kumparan.com membuat berita berdasarkan PERSEPSI seorang ibu yang sedang hamil dan bukan berdasarkan pada info yang diperolehnya dari Dirjen Pajak sendiri. Kumparan.com bahkan tidak mencari info atau pernyataan pada Dirjen Pajak atas persepsi tersebut. Langsung disebarluaskan begitu saja.
Apa yang terjadi kemudian…?!
Berita ini kemudian juga disebarkan oleh banyak media lain seolah memang itulah yang sedang terjadi. Pemerintah akan mengenakan pajak biaya melahirkan. Biaya Persalinan Bakal Kena Pajak, itu judul dari Kumparan.
Sungguh mengerikan cara kerja pers yang seperti ini. 🥺
Karena semakin ribut akhirnya dibantah oleh Yustinus Prabowo, staf khusus Mentri Keuangan.
“Ini juga mau kami klarifikasi, tidak pernah terbersit sedikit pun pemerintah akan memajaki biaya melahirkan, kalau perlu kita mendukung,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/6/2021).
Menurutnya, sama dengan pengenaan PPN untuk barang sembako, dimana yang dikenai pajak adalah bersifat premium dan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang. Seperti beras impor shirataki dan basmati hingga daging wagyu.
Oleh karenanya, ia kembali memastikan bahwa biaya melahirkan dan layanan kesehatan dasar lainnya tidak akan dikenakan PPN. Bahkan pemerintah justru mendukung melalui perluasan penerima bantuan BPJS Kesehatan.
https://www.cnbcindonesia.com/…/biaya-melahirkan-kena…
Jadi meski pun berita HOAX atau pun FITNAH itu sudah lama tapi masih akan terus muncul disebarluaskan oleh orang-orang yang tidak tahu bahwa itu hoax. Ada juga orang yang tidak mau tahu bahwa itu HOAX dan tetap disebarluaskan karena ingin mendiskreditkan pemerintah. Kebohongan akan terus berlanjut entah sampai kapan… 🥹
Saya tidak tahu apakah Kumparan.com sudah pernah membuat klarifikasi dari beritanya atau belum tapi saya akan sampaikan di sini bahwa berita HOAX yang dibuatnya sejak 2021 tersebut masih beredar sampai hari ini. Ini akan menjadi DOSA JARIYAH bagi penulis dan medianya.
Balikpapan, 5 Juni 2024
Satria Dharma