LeBron James, pemain basket AS, dinobatkan sebagai most valuable player (MVP) atau pemain bola basket terbaik pada Olimpiade Paris 2024. Ia dinilai memainkan peran kunci dalam membantu negaranya meraih medali emas Olimpiade kelima berturut-turut dan yang ke-17 secara keseluruhan. LeBron James sempat absen selama 12 tahun baru kembali ke panggung Olimpiade setelahnya.
LeBron Raymone James adalah pemain basket profesional asal Amerika yang bermain untuk Los Angeles Lakers dari National Basketball Association (NBA). Dia dijuluki “King James” dan dikenal luas sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah olahraga dan sering disandingkan dengan Michael Jordan dalam perdebatan mengenai siapa pemain bola basket terhebat sepanjang masa.
Masa kecil James tanpa ayah dan dibesarkan oleh ibu tunggalnya, Gloria, yang baru berusia 16 tahun waktu melahirkannya. Sejak kecil, mereka harus berjuang dengan kehidupan sulit mereka. Mereka harus pindah dari satu apartemen ke apartemen lainnya di lingkungan kumuh di Akron sementara Gloria berjuang untuk mendapat pekerjaan tetap. Menyadari bahwa ia lebih baik pergi ke keluarga yang lingkungannya lebih stabil, Gloria mengizinkan James untuk pindah ke keluarga Frank Walker pelatih football muda, yang memperkenalkan James bola basket ketika ia masih 9 tahun. Sejak itu LeBron menyukai bola basket dan terus melesat prestasinya. Ia sudah bermain basket sejak SMA di NBA dan telah mendapatkan pendapatan sebesar $420.000 (sekitar 6,7 M) per minggu pada usia 18 tahun untuk bermain bola basket. Ketika lulus SMA ia adalah target 3 sponsor antara Nike, Reebok, dan Adidas. Ia kemudian memilih meneken kontrak dengan Nike sekitar $90 juta (1,4 trilyun). Jadi ia memang sudah kaya raya sejak SMA dengan bermain basket. Menurut penulis Ryan Jones, James meninggalkan SMA sebagai “pebasket yang penuh sensasi yang pernah ada”.
LeBron adalah pemain pertama dalam sejarah NBA yang mengumpulkan pendapatan $1 miliar sebagai pemain aktif. Pada tahun 2022, Forbes melaporkan bahwa James menjadi pemain NBA aktif pertama yang bergabung dengan klub miliarder, dengan pemasukan lebih dari USD431 juta dari gaji NBA dan diperkirakan USD900 juta (Rp14,2 T) berasal dari bisnisnya. Benzinga sebelumnya melaporkan bahwa investasi James mencakup berbagai industri. Dia memegang saham senilai USD40 juta di Blaze Pizza, hingga memiliki bagian dari Fenway Sports Group (perusahaan induk Boston Red Sox dan Liverpool FC), dan telah mendirikan Springhill Entertainment dan Uninterrupted. Pada tahun 2015, James menduduki peringkat keenam olahragawan berpenghasilan tertinggi, dan tertinggi ketiga pada tahun 2016 (setelah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi).
Apa yang ia lakukan dengan kekayaannya? Ia mengembalikan sebagian kekayaannya bagi komunitas. Dan ia juga berprestasi dalam hal filantropis. Prestasi di luar lapangan yang paling dibanggakan James, katanya, adalah berupaya mengangkat kehidupan orang-orang di kampung halamannya di Akron. LeBron mendirikan yayasan untuk membantu pendidikan banyak orang di AS. Dia telah menyekolahkan 2.300 lebih anak-anak berisiko dari kampung halamannya ke perguruan tinggi dengan biaya penuh. Lebron James, salah satu juara NBA tersukses sepanjang masa, menggunakan yayasan keluarganya untuk berkontribusi kepada masyarakat. Yayasannya menyelenggarakan acara komunitas, menjalankan sekolah, dan bahkan menawarkan bantuan keuangan kepada siswa yang tidak mampu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Pada tahun 2015 Universitas Akron telah mengumumkan bahwa bintang NBA LeBron James telah menjanjikan hingga $42 juta (672 M) untuk memberikan beasiswa empat tahun kepada seribu seratus mahasiswa kurang mampu di kota tersebut. Beasiswa ini akan diberikan melalui LeBron James Family Foundation, yang mencakup biaya sekolah dan layanan umum – saat ini $9,500 per tahun – untuk siswa sekolah menengah dan atas yang memenuhi syarat dan terdaftar di Jaringan Akron I PROMISE milik yayasan tersebut. Ia melibatkan anak-anak dan orang tua mereka dalam upaya untuk meningkatkan hasil pendidikan dan kehidupan mereka.
Sebagai filantropis, James adalah suporter aktif dari Boys & Girls Club of America, Children’s Defense Fund, dan ONEXONE. Ia juga mempunyai yayasan amalnya sendiri, LeBron James Family Foundation, yang bertempat di Akron. Sejak 2005, yayasan itu sudah mengadakan bike-a-thon tahunan di Akron untuk mengumpulkan uang dengan berbagai tujuan amal. Pada 2015, James mengumumkan kerjasama dengan Universitas Akron untuk menyediakan beasiswa setidaknya untuk 2.300 anak mulai tahun 2021.
Lebron berkomentar, “Sama seperti saya berupaya meningkatkan permainan saya, saya juga berupaya meningkatkan yayasan saya dan efektivitasnya, tahun demi tahun. Kami memulai dengan Bikeathon, dan meskipun itu adalah acara yang hebat dan menyenangkan bagi komunitas, ternyata tidak begitu. Itu belum cukup. Setelah merenungkan apa yang sebenarnya ingin saya capai, saya menyadari bahwa saya harus menggali lebih dalam jika saya benar-benar ingin membuat perbedaan. Jadi pada tahun 2011, Bikeathon berkembang menjadi Program I PROMISE. Kami masih memberikan sepeda kepada anak-anak itu. Tapi itu hanya bagian dari misi kami yang lebih besar. Saya tidak ingin anak-anak saya menjadi statistik dan putus sekolah seperti yang bisa saya alami dengan mudah.”
Kemampuannya untuk membantu masa depan masyarakat adalah yang membuat LeBron menjadi orang hebat selain sebagai pemain basket yang luar biasa. Le Bron James bekerja sama kerasnya dalam bermain bola basket mau pun dalam beramal. Salut untuknya. 🙏
Balikpapan, 13 Agustus 2024
Satria Dharma