Olahraga rutin saya sekarang hanya jalan kaki pagi. Di mana pun saya berada, di Surabaya, Madiun, Balikpapan, atau bahkan ketika saya sedang berdinas di Jakarta saya tetap berupaya untuk menyempatkan diri berolahraga jalan kaki di pagi hari. Oleh sebab itu saya menyimpan sepatu olga di Balikpapan atau pun Madiun supaya kalau saya ke sana saya tidak perlu membawa sepatu olga lagi. Wis tak cepakno… 😁
Ketika olga pagi di Balikpapan ini saya merasa bahwa sepatu olga saya sudah agak kurang nyaman. Setelah saya periksa ternyata sol dalamnya sudah berlubang dan sol bawahnya sudah menipis dan licin. Maklum karena sudah saya pakai cukup lama. Akhirnya saya putuskan untuk menyervisnya. Saya tahu ada tukang sol sepatu di dekat Hotel Bahtera. Jadi sepatu saya bawa ke sana.
Sesampainya di sana saya minta istri saya untuk memberikan sepatu itu untuk diservis. Tukang sepatunya membolak-balik sepatu saya dan bilang, “Sudah waktunya ganti ini.”

Istri saya lalu menjawab, “Saya juga sudah bilang begitu tapi yang punya belum mau.” Tukang sepatunya tertawa lalu bilang, “Sepatu kalau sudah begini ini memang sedang nyaman-nyamannya dipakai. Sudah ngikut banget dengan bentuk kaki.”
Akhirnya disepakati sepatu akan diberi sol tambahan di dalam. Saya minta lapisan yang agak tebal supaya enak dipakai. Ketika sudah selesai saya pesan pada istri agar tidak menawar berapa pun yang diminta oleh tukang sepatunya. Ketika tukang sepatunya minta 30 ribu rupiah oleh istri saya diberi 50 ribu. Tentu saja tukang sepatunya memberikan senyum terbaiknya pada kami. Semoga sepatu saya juga menjadi jauh lebih nyaman setelah diservis olehnya. 😁
Balikpapan, 18 September 2025
Satria Dharma