Tagar ‘Kabur Aja Dulu’ yang ramai disuarakan beberapa waktu yang lalu di media sosial ditanggapi oleh Anies Baswedan. Beliau mengingatkan bahwa mencintai Indonesia bukan sekadar merasa bangga saat keadaan negara dalam kondisi baik, tetapi justru diuji ketika Indonesia menghadapi berbagai masalah dan membutuhkan perubahan. Cocok, bro…! 👍😁
“Cinta itu diuji saat negara sedang menghadapi banyak tantangan. Wajar jika terkadang kita lelah, karena perjuangan tanpa istirahat itu bisa terasa berat,” kata Anies dalam sebuah video yang diunggah di akun X nya.
Menurutnya, rasa lelah dalam memperjuangkan perubahan bukanlah hal yang aneh. Bahkan, dalam perjalanan sejarah, banyak tokoh bangsa yang terus berjuang meskipun mereka tidak sempat melihat hasilnya secara langsung.
Karena saya adalah pensiunan maka tagar ‘Kabur Aja Dulu’ ini terasa seperti lucu-lucuan anak muda saja. Lagipula sikap untuk kabur ke LN ketika merasa sumpek di negara sendiri adalah benar-benar khas anak muda saat ini yang memiliki kompetensi, wawasan, dan peluang yang tidak dimiliki oleh orang tuanya dulu. Anak-anak muda saat ini memang memiliki kompetensi, wawasan, dan peluang untuk bisa kabur dan bekerja di LN. Mereka memiliki kapasitas dan kesempatan untuk mencari pekerjaan di luar negeri yang dulunya tidak kami miliki. Anak-anak sekarang banyak yang lulusan luar negeri, menguasai bahasa asing dengan sangat baik, memiliki pengetahuan, wawasan, dan skill global yang bisa mereka gunakan di mana pun. Jadi kalau mereka merasa sumpek di negara sendiri dan mau kabur ke LN ya memang mereka sanggup untuk itu.
Saya sendiri tidak pernah ingin bekerja dan tinggal di luar negeri. Mungkin karena saya katrok lulusan IKIP zaman lampau. Tapi saya benar-benar merasa tinggal dan bekerja di Indonesia itu sangat sesuai dengan panggilan jiwa saya. Indonesia memang banyak masalah, sangat banyak malahan. Tapi justru itulah yang saya sukai. I love it. Bahkan ada seorang teman bule yang memilih tinggal di Indonesia karena ia melihat ada begitu banyak masalah di Indonesia dan ia merasa tertantang untuk solving problems. Kalau di negaranya ia mungkin akan hidup normal ‘working 9 to 5’ sampai pensiun yang begitu datar dan boring. Tapi di Indonesia ia melihat dirinya mampu melakukan banyak hal yang menarik dan menantang, yaitu ‘solving problems’. Ada begitu banyak masalah di negara kita ini dan bahkan begitu kita keluar rumah masalah sudah menghadang kita. Sampah berserakan di sepanjang jalan, pengemis, pengamen, manusia silver dan sejenisnya ada di mana-mana, koran dan TV tidak ada hentinya memberitakan berbagai kejahatan yang kadang terasa tidak masuk akal, polisi, hakim, dan jaksa yang seakan berlomba memeras rakyat yang mencari keadilan, korupsi yang justru menjadi dambaan para pegawai pemerintah, ustad dan ulama yang justru meracuni umat, dan lain sebagainya. Indonesia is amazing and sometimes unbelievable.
Apakah saya sumpek melihat ini semuanya? Tidak. Saya sudah menerima ini sebagai kenyataan hidup di negara yang saya cintai ini. Ada begitu banyak keindahan, kebaikan, kasih sayang, kemurahan hati, kekayaan, persaudaraan, kemakmuran, keajaiban, kisah-kisah yang luar biasa yang saya peroleh selama saya hidup dan itu membuat saya ‘tidak bisa berpaling’. Saya mencintai Indonesia, tanah air saya ini, dengan sepenuh hati sekonyong koder. I take the good and beautiful things and I’ll take the bad and the ugly sides. Tak ada negara lain yang menurut saya begitu indah, eksotik, penuh dinamika, penuh harapan, penuh cinta, penuh tantangan, seperti Indonesia. Saya sudah mendatangi lima benua di seluruh dunia, semua negara di ASEAN, semua tempat-tempat wisata yang indah di berbagai belahan dunia, saya menyukai semua (termasuk India dan Pakistan yang penuh dengan masalah itu), tapi saya tidak pernah tertarik untuk tinggal di mana pun di negara lain. Indonesia memiliki semua keindahan dan masalah yang ada di tempat lain. We have it all. 🙏
Ada yang bilang bekerja di LN itu enak karena kita bisa dapat gaji dan penghasilan yang berlipat-lipat daripada yang bisa kita peroleh di Indonesia. Itu sebabnya beberapa teman yang dulu bekerja di Perusahaan gas PT Badak NGL Co di Bontang hengkang Ketika ditawari gaji yang jauh lebih besar di Qatar. Gaji dolar memang menggiurkan. Tapi ada yang bilang yang lebih enak adalah bekerja di Indonesia tapi gajinya dolar. Saya sendiri tidak tertarik karena rasanya selama hidup saya itu tidak pernah bekerja karena tertarik pada uang. Saya melakukan sesuatu ya karena saya senang melakukannya. Uang bukan motivasi saya. Kalau saya senang melakukan sesuatu maka saya akan melakukannya meski pun saya justru harus mengeluarkan uang. I work for my passion. Anehnya, penghasilan saya tidak pernah berkurang atau lebih rendah daripada teman yang bekerja di LN. Mungkin uang mencintai saya. 😁
Ada teman kuliah saya yang tidak menyelesaikan kuliahnya dan pindah ke Amerika. Ketika sempat pulang ke Indonesia dan datang ke rumah saya ia heran saya yang mengaku bekerja sebagai guru punya rumah bagus dan besar. Katanya dia juga mau jadi guru di Indonesia kalau bisa punya rumah besar dan bagus seperti saya. “Why not?” kata saya, “You can start it over now.” dan kami pun tertawa ngakak. 😁
Saya mencintai Indonesia justru karena banyaknya masalahnya. Saya merasa tertantang dan bahkan merasa wajib tinggal dan melakukan apa yang bisa saya lakukan demi negara tercinta ini. Dengan melakukan sesuatu untuk bangsa ini saya justru merasa berharga, bermakna, dan merasa dibutuhkan. This country needs me bad and I should do the best I could. Saya menerima tantangan ini dengan sukacita, saya memeluknya dan saya terus menyatakan cinta saya padanya. 😍
I love you Indonesia and I will always try to do the best I can for you. 🙏
Balikpapan, 16 Februari 2025
Satria Dharma