prev next

Sekolah Islam, Olahraga, dan Seni Budaya

Ilustrasi. SDIT Lukman Al Hakim Surakarta. http://sditlukmanalhakim.blogspot.com/

Ilustrasi. SDIT Lukman Al Hakim Surakarta. http://sditlukmanalhakim.blogspot.com/

Tiba-tiba saja kepala sekolah anak saya Tara di SD Luqman Al-Hakim menelpon dan bilang ingin datang berdiskusi ke rumah dan sekalian buka bersama. Kasek dan para guru Luqman Al-Hakim memang sering datang ke rumah untuk ngobrol, tentang sekolah tentu saja. Saya memang terlibat pada pembukaan sekolah tersebut sejak awal dan mereka menganggap saya sebagai salah satu Pembina Sekolah.

Karena istri saya sudah mudik dan anak sulung saya buka bersama temannya di luar maka praktis tinggal saya sendiri di rumah. Jadi saya tanyakan berapa orang yang akan datang karena saya mesti menyediakan ifthar sesuai dengan jumlah tamu yang akan datang. Untungnya bahwa pada Ramadhan banyak sekali warga yang berjualan bermacam-macam ta’jil dan makanan apa saja. Jadi saya keluar rumah berbelanja untuk keperluan ifthar tersebut. Untuk praktisnya saya belikan nasi kotak di Redsto padang saja. Karena yang akan datang katanya hanya 5 orang ya belikan sesuai itu karena saya tidak ingin ada makanan tersisa. Lha wong gak ada orang lain di rumah! Weladalah lha kok yang datang 7 orang sehingga terpaksa saya mengetok pintu ‘connecting door’ dengan rumah adik saya di sebelah sehingga bisa disuplai dari sebelah.
(more…)

Tags:
 

Open House Sekolah Pemimpin Balikpapan, di Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat, Balikpapan, 16 Desember 2010. Dok. sekolahpemimpin.sch.id

Ada Asrama, Masuk Gratis, dan Diberi Konsumsi

Pendidikan merupakan harapan utama bagi kaum marginal agar dapat lepas dari jerat kemiskinannya. Sekolah merupakan tempat bagi para orang tua memercayakan pendidikan anak-anak mereka. Tapi, bagaimana jika kemiskinan menghambat harapan tersebut? Di Balikpapan, kini hadir sekolah, yang dinamai Sekolah Pemimpin. Sekolah ini adalah sekolah khusus bagi anak-anak miskin dari semua kecamatan yang ada di Balikpapan.

Salah satu prasyarat penting di dalam proses pendidikan adalah lingkungan di mana si peserta didik hidup. Kalau lingkungannya tidak kondusif karena menghadapi kemiskinan yang parah, jangan pernah berharap mutu akan diperbaiki.
Oleh sebab itu, proses pendidikan di sekolah dan kehidupan di lingkungan siswa mestilah mencerminkan mutu pendidikan dan mutu lingkungan hidup yang tinggi.

Siswa miskin haruslah dilepaskan dari jerat lingkungan hidupnya yang tidak kondusif. Ini adalah masalah yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah. Pemerintah tidak punya skema untuk membantu siswa miskin keluar dari lingkungan tempat tinggalnya. Pemerintah tidak mungkin menyediakan tempat tinggal dan lingkungan hidup yang layak bagi siswa miskin. Upaya pemerintah berhenti pada penyediaan tempat belajar dan fasilitasnya bagi siswa miskin. Apa yang ada di lingkungannya tidak dapat diintervensi oleh pemerintah.Tapi, Sekolah Pemimpin memiliki jawaban untuk itu.
(more…)

Tags:
 

SAYA BOLOS… PAK!

Skiiping School. Ilustrasi. ourfamilynest.com

Saya hendak memanasi mesin mobil ketika melihatnya di depan pagar rumah saya. Ia sedang berjongkok menggores-gores sesuatu di tanah. Di punggungnya ia membawa tas sekolah. Tapi ia tidak mengenakan seragam sekolah saat itu.
“ Hai Adul! Kamu tidak sekolahkah…?!” Tanya saya. Saya biasa memanggilnya “Adul” seperti semua tetangga lain (meski kemudian saya baru tahu bahwa ia punya panggilan lain di sekolah).
“Tidak Pak. Saya bolos, Pak.” Jawabnya singkat dan meneruskan pekerjaannya menggores-gores.
Bolos…?! Saya langsung terkesiap. Anak sulung saya paling kerap membolos dulu dan itu membuatnya diganjar tidak naik kelas. Tingkat bolosnya sudah begitu tinggi sehingga bahkan status orang tuanya dan hubungan baik dengan kepala sekolah tetap tidak bisa membantunya untuk naik kelas. Lagipula kami orang tuanya memang tidak berniat untuk ‘membantu’nya naik kelas dengan cara apa pun. Sudah menjadi prinsip kami bahwa setiap anak harus menerima konsekuensi dari tindakannya sendiri. Jika membolos membuatnya tidak bisa naik kelas so be it!
(more…)

Tags:
 

Mustaqim dan Sekolah Pemimpinnya

Sekolah Pemimpin. Foto: www.bmh.or.id

Namanya Mustaqim. Ia kepala Baitul Maal Hidayatullah Balikpapan. (http://www.bmh.or.id/). Pagi itu HP-nya berdering. Ia meliriknya dan ia melihat nomor yang tidak ia kenal. Ia tidak segera mengangkatnya. “Mungkin salah nomor.” Pikirnya. HP-nya berdering untuk kedua kalinya. Ia masih belum tergerak untuk mengangkatnya.
Tapi ketika HP-nya berdering untuk ketiga kalinya ia baru sadar bahwa tak mungkin itu salah sambung. Tentunya ini masalah serius kalau ada yang menelponnya sampai tiga kali. Begitu ia angkat HPnya dan mengucapkan salam, di ujung sambungan langsung menyambutnya dengan tangisan. Mustaqim terkejut dan terheran-heran. “Ada apa ini…?!Kok nangis di telpon?” tanyanya dalam hati.
Tapi ia membiarkan si penelpon menangis sampai berhenti. Mungkin perasaan sedihnya telah ia pendam selama berhari-hari dan begitu bertemu dengan saluran langsung jebol!. Ketika tangisnya telah selesai ia langsung bertanya,” Ada apa Pak? Apa yang bisa saya bantu?” Tapi ternyata ia salah. Si penelpon ternyata seorang wanita dan tanpa basa-basi ia langsung menyatakan maksudnya untuk pinjam uang sebesar 150 ribu karena ia sakit dan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Ia bermaksud untuk pergi ke rumah sakit atau dokter untuk berobat dan satu-satunya tempat yang ia tahu untuk pinjam uang adalah BMH.
(more…)