
Ilustrasi. rumahlutfi.wordpress.com
Sebuah posting dari Mas Syamsul ‘Hadir&Mengalir’ Hadi ke milis Surabaya Jujur kemarin (5/12/11) menarik perhatian diskusi. Posting itu menanggapi tentang adanya ‘Ikrar Siswa Jujur’ di Surabaya pada hari sebelumnya (4/12/11). Pertanyaan Mas Syamsul sendiri memang menggugah. Berikut ini postingnya dan diskusi yg berlanjut.
“Pagi ini harian Jawa Pos memuat berita tentang ikrar siswa jujur dalam ujian.
Ikrar tersebut dilakukan oleh 1.150 siswa SD dan MI se-surabaya barat, disela-sela tryout UASBN.
Ikrar tersebut dilanjutkan dg pembubuhan tandatangan diatas banner.
Pertanyaannya, mengapa perlu ada ikrar untuk anak2 SD ini?
(more…)

Ilustrasi. wordpress.com
Status fesbuk saya pagi ini:
Mas ihksan saya kepsek SMK N ***, Ketua MKKS SMK se ***, di *** belum masuk IGI, bagaimana cara saya gabung dgn IGI sekaligus buka cabang IGI di ***. Info : anggotaku MKKS SMK sebanyak 32 Kepsek…. Apa nanti PGRI tdk protes jika saya gabung IGI?
Apa yg menarik? Ternyata seorang kepala sekolah sekaligus Ketua MKKS kuatir jika ‘dimarahi’ oleh PGRI jika bergabung dg organisasi lain…!:-D
Hal ini menunjukkan paling tidak dua hal. Pertama, sang kasek ini menganggap PGRI sebagai ‘atasan’ tidak langsung yg punya hak untuk menghardik atau mengancamnya. Pokoknya PGRI adalah semacam organisasi yg bisa menekan dan memaksa mereka utk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kedua, ini menunjukkan bahwa para guru dan bahkan kepala sekolah belum memiliki kemandirian dalam berpikir, bersikap dan bertindak dalam pengembangan profesi mereka.
Apakah PGRI memang berprilaku menekan dan mengintimidasi para guru dan kepala sekolah? Tidak jelas benar tapi banyak laporan dari guru-guru di setiap daerah di mana IGI ingin didirikan yg menyatakan demikian. Mereka ditekan, diancam dan diintimidasi agar tidak masuk IGI atau bahkan utk mengikuti kegiatan seminar dan pelatihan IGI. Entah apa yg ada di benak para oknum yg melancarkan ancaman dan intimidasi ini tapi itu sungguh sikap dan prilaku yg tidak layak dilakukan, utamanya di jaman (pasca) reformasi seperti ini.
Sikap-sikap hegemonik, mengancam, menindas, menakut-nakuti adalah prilaku Orde Baru yg sangat ketinggalan jaman dan layak ditendang ke jurang agar tidak muncul-muncul lagi.
(more…)
Pencetus Ujian Nasional adalah Jusuf Kalla, ketika beliau masih menjabat sebagai Wakil Presiden. Beliau beranggapan bahwa Ujian Nasional dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Benarkah UN bisa meningkatkan kualitas pendidikan? Tidak ada studi yang mendukung pendapat tersebut. Jadi pendapat JK itu sekedar pendapat pribadi yang sama sekali tidak punya dasar. Itu jelas-jelas cuma asumsi karena JK juga tidak pernah hasil studi mana pun. Sebuah studi dari Stanford University’s Institute for Research on Education Policy and Practice mengungkapkan bahwa ujian kelulusan ternyata tidak mampu memberikan penilaian tingkat ketrampilan dasar yang adil bagi anak-anak minoritas, kulit berwarna, dan pelajar perempuan.
Berdasarkan studi itu kebijakan UN ternyata lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya utamanya bagi pelajar wanita dan kulit berwarna ‘high school exit-exam policy may be doing more harm than good for the state’s lowest-performing students—especially those who are young women and students of color.’
Penemuan lainnya adalah bahwa ujian kelulusan ini TIDAK MEMOTIVASI anak-anak minoritas, kulit berwarna dan pelajar perempuan. Meski ini adalah kasus di AS tapi ini sebuah hasil studi yang membantah bahwa UNAS akan membuat semua siswa menjadi termotivasi untuk belajar lebih keras.
Anda mungkin masih rancu dan mengidentikkan antara KUALITAS PENDIDIKAN dengan UJIAN NASIONAL. Itu adalah dua hal yang berbeda.
(more…)
Papua jelas mengalami kemajuan meski tidak sepesat daerah-daerah lain. Saat ini sudah ada Aston dan Swiss Belhotel di Manokwari meski dengan jumlah kamar yg tidak begitu banyak. Itu artinya Manokwari sebagai ibukota Papua Barat sudah menjadi tujuan bisnis dan wisata yg menarik bagi jaringan hotel internasional. Papua sendiri sudah dimekarkan dg Propinsi Papua Barat sehingga sudah terbagi dalam dua propinsi dengan kota Jayapura tetap sbg ibukota Papua. Masalah utama utk kemajuan di Papua agar bisa mengejar propinsi lain masih tetap yaitu transportasi yg masih terbatas. Penerbangan dari dan ke Manokwari masih sangat terbatas dan tentu saja lebih mahal. Sbg contoh, harga tiket Manokwari – Balikpapan masih 1,5 jt lebih. Padahal Jakarta – Balikpapan kadang hanya 400 rb. Jadi mendatangkan tenaga ahli ke Papua bakal mahal di ongkos disamping harga-harga komoditas memang lebih mahal drpd daerah lain. Di distrik Bintuni tertentu harga bensin 10 ribu/liter sehingga biaya transportasi memang menggila. Sewa mobil dr Manokwari ke Bintuni biayanya 3 juta rupiah sekali jalan dan sama dg sewa mobil Avanza sebulan di Surabaya.
Padahal Papua membutuhkan banyak tenaga profesional utk memajukan daerahnya, termasuk guru profesional.
(more…)
Salah satu nasihat yg sering saya dengar tentang ‘how to survive in Papua’ adalah agar kita berhati-hati dalam mengendarai kendaraan bermotor agar tidak menabrak binatang piaraan babi. Jika itu terjadi maka itu akan jadi malapetaka karena kita akan didenda sangat besar oleh pemiliknya, bahkan lebih besar berkali-kali lipat daripada harga babi di pasaran. Alasannya babi itu bisa beranak pinak dan dengan kematian babi itu maka hilanglah kesempatan si pemilik utk memiliki keturunan dari almarhum (babi) tersebut. Si almarhum (babi) ini dalam kondisi yg sedang berahi dan subur-suburnya. Bayangkan berapa banyak anak yg bisa dihasilkannya dan berapa banyak cucu-cucunya dalam jangka waktu tidak terlalu lama. Dan semua gambaran indah ttg keluarga besar babi yg berbahagia dg anak dan cucunya tersebut lenyap begitu saja karena ditabrak sampai mati oleh kita the very careless and cruel driver.
Jadi kita harus bayar ganti rugi dari hilangnya kesempatan utk memiliki the pig kingdom tersebut sampai belasan jutaan rupiah agar tidak sampai terjadi sesuatu pada kita. Saya sudah melihat sendiri penduduk asli Papua membawa-bawa busur dan lengkap dg anak panahnya yg ukurannya ekstra besar. Nampaknya kalau busurnya ditarik kencang maka anak panahnya bisa lari dua hari dua malam mencari kita kalau tidak mau bayar ganti rugi.
Tra bisa! Tabrak babi mesti bayar, or else… .
(more…)
Bagaimana caranya? Ternyata hanya dengan diusap-usapkan ke bagian tubuh yg capek. Bahkan bisa juga dg sekedar menempelkan dan mengetuk-ngetukkan ke permukaan kulit kita.
(more…)
Acara seminar pendidikan karakter di Bintuni kemarin (22/9/11) yg diselenggarakan oleh British Council dimulai pd sekitar pukul 9:30 dan selesai pada pukul 17:00. Peserta yg terdiri dari para kepala sekolah, pengawas, guru, dan komite sekolah bertahan tanpa menunjukkan kelelahan atau pun kebosanan mengikuti acara tsb. Sungguh mengagumkan! Sementara di banyak tempat sy melihat banyak peserta yg sudah gelisah pada sesi setelah makan siang. Nampaknya peserta memang menikmati presentasi demi presentasi yg disampaikan.
Seminar ini dihadiri oleh Bupati Teluk Bintuni, Drg Alfons Manibui DESS, dan bahkan beliau memberikan materi presentasi yg dibawakannya selama 2 jam lebih! Materinya berisi paparan gambaran lengkap ttg kondisi pendidikan di Teluk Bintuni, masalah, tantangan, visi yg ingin dicapai, strateginya, programnya, mitra kerjanya, progresnya sampai kini, dan apa harapannya setelah beliau digantikan oleh bupati baru nanti. Beliau sudah menjabat dua kali sehingga tidak mungkin menjabat lagi dan beliau sungguh berharap agar apa yg telah dilakukannya dapat dilanjutkan oleh penerusnya dan tidak back to square one. Ini memang penyakit di mana-mana. Ketika kekuasaan berpindah maka kebijakan berubah total dan apa yg telah disusun dan dibangun pada masa sebelumnya ditinggalkan begitu saja sehingga seolah tidak pernah dilakukan. Hal ini tentu akan merugikan daerah dan warga. Tapi itu memang kebijakan politik yg umum di mana-mana. Itu sebabnya beliau memaparkan semua gambaran tsb agar stakeholders pendidikan di Bintuni dapat mempertahankan apa yg telah dicapai dan meneruskannya setelah beliau lengser nantinya. Paparan dan data yg disampaikan sangat menarik dan menurut saya pantas utk dijadikan bahan kajian akademik khususnya bagi yg studi magister di bidang manajemen pendidikan. Saya sendiri terpaku mendengarkan pemaparan beliau yg disampaikan selama dua jam delapan belas menit tsb (direkam oleh Pakde Darsono). Ada banyak hal menarik yg disampaikan oleh beliau dan fakta-fakta yg disampaikan menurut saya SANGAT PERLU dipahami oleh pejabat Kemdiknas di Senayan dalam membuat kebijakan. Saya sudah sering membaca data dan fakta ttg kondisi pendidikan di Papua melalui media tapi ini data langsung yg disampaikan secara terbuka oleh bupatinya langsung. Bagi saya ini adalah informasi yg sangat berharga karena langka. Saya bersyukur bisa hadir di acara yg luar biasa ini. Apa yg telah dicapai oleh beliau selama dua kali menjabat sungguh fenomenal jika dilihat dari kondisi awalnya. (Saya pikir Pak Alfons Manibui ini sangat pantas utk menjadi gubernur Papua Barat. Beliau seorang yg visioner, cerdas, sangat dekat dg warganya dan terbuka).
(more…)

Bu Siami dan suami, Pak Widodo. Dok. Detik.com
Ketika Susno Duadji dihancurkan karena menjadi ‘whistle blower’ dalam kasus korupsi di institusinya sendiri sebenarnya negara kita sudah menggali kuburannya sendiri. Saya bersedih dan berduka… sampai sekarang! Saya tidak pernah bisa menghapus rasa sedih saya karena kasus tersebut. Ini sebuah kekalahan moralitas bangsa yang telak! Tapi saya tidak tahu harus berbuat apa pun. Bahkan seluruh bangsa Indonesia terpaku tak berdaya menghadapi pukulan balik para pelaku korupsi yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan Susno Duaji. Bahkan Susno Duaji, seorang Jendral Polisi berbintang 3, tak mampu melawan konspirasi para pelaku kejahatan yang hendak diungkapnya. Beliau bahkan harus masuk penjara karena terkena pukulan kasus balik dari koleganya sesama polisi. Bayangkan betapa gilanya! Bahkan polisi berbintang tiga tak mampu membersihkan korupsi dan konspirasi kejahatan yang ada di insititusinya sendiri dan bahkan ia harus mendekam di penjara sebagai konsekuensinya! Apa pesan yang kita terima…?! ‘Sing Jujur Ajur! Jika Anda berupaya untuk menjadi jujur di masyarakat yang tidak jujur ini maka Anda akan hancur berkeping-keping. Jangan coba-coba untuk bersikap jujur jika tidak inign terkena dampaknya seperti Susno Duaji… dan keluarga Ny Siami dalam kasus Ujian Nasional di SDN 2 Gadel ini.
(more…)

Ilustrasi. Hardiknas 2011.
Sebuah pesan dari Facebook masuk pagi ini.
Yth Pak Satria Dharma
Pengelola Web ISPI (www.ispi.or.id) akan meminta pendapat tentang hardiknas dan bapak termasuk yang dimohon memberikan pendapat.
Pertanyaannya :
Bagaimana makna Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2011 ini?
Jawaban sebanyak 10-15 kalimat.
mengirim photo yang paling keren.
pendapat akan dimuat di www.ispi.or.id pada tanggal 2 Mei 2011.Terima kasih
Salam ISPI
Deni Kurniawan As’ari
Dan tiba-tiba darah saya tersirap. Tanpa bisa saya cegah saya merasakan amarah dan kesedihan yang menjadi satu. Hari Pendidikan Nasional di tahun 2011 dan apa yang saya rasakan dan pikirkan saat ini…?! Saya menggeleng-gelengkan kepala saya mengusir rasa marah dan sedih yang datang tiba-tiba tersebut.
Bagaimana saya tidak marah dan sedih jika saya dingatkan betapa kacaunya dunia pendidikan kita saat ini. Berita dibanjiri dengan kabar kecurangan UN yang baru saja berlangsung. Salah satu berita yang kuterima di Facebook adalah sbb : (more…)

Foto bersama Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono saat kunjungan, Desember 2010. Dok. sekolahpemimpin.sch.id
Sekolah Pemimpin Hidayatullah (SPH) di Balikpapan, yang saat ini dikhususkan bagi siswa-siswa miskin bertekad menjadi sebuah sekolah yang paling bermutu, dengan guru-guru paling cerdas dan berbakat. Selain itu, juga dirancang dengan fasilitas yang paling lengkap, kurikulum paling modern, dikelola secara profesional, dan dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat Balikpapan. Bagaimana tenaga pengajarnya?
Untuk menyelesaikan masalah pendidikan, khususnya bagi siswa miskin, kita harus mencari cara-cara baru. Orientasi pelayanan pendidikan dengan menggunakan cara berpikir lama jelas tidak dapat diharapkan untuk mengatasi permasalahan pendidikan pada situasi saat ini. Cara-cara berpikir baru dan terobosan-terobosan baru harus diperkenalkan dan diciptakan untuk mengatasi permasalahan pendidikan pada saat ini dan di masa mendatang.
(more…)










Recent Comments