prev next

BERAPA LAMA MENULIS BUKU SEPERTI INI…?


‘Tebalnya…! Berapa lama menulis buku seperti ini…?!”

Demikian komentar dari seorang kerabat ketika saya beri buku saya “For the Love of Reading and Writing” yang tebalnya memang hampir mencapai 500 halaman tersebut. Apalagi buku itu ditulis dengan huruf yang kecil dan rapat sehingga lebih nampak padat. Mungkin ia mengira saya harus menghabiskan waktu berbulan-bulan ‘ngebleng’ menulis buku setebal itu. Padahal buku itu hanyalah kumpulan artikel yang dalam blog dan web pribadi saya yang saya cetak dalam bentuk buku. Itu juga belum semua artikel karena setelah saya periksa masih ada beberapa artikel sekitar seratusan halaman lebih yang belum masuk dalam buku tersebut. Kalau saya kumpulkan bersama tulisan-tulisan baru saya maka sebetulnya saya sudah siap untuk menerbitkan lagi sebuah buku setebal separoh dari buku pertama.

Tapi buku saya yang tebal tersebut memang terasa ‘fenomenal’. Pertama memang karena tebalnya dan dicetak dengan hard-cover. Kedua, karena saya memang bukan seorang ‘penulis buku’, meski buku itu memang bukan buku pertama saya. Sebelumnya saya sudah pernah menulis beberapa buku, baik itu buku diktat bagi siswa-siswa saya belajar bahasa Inggris maupun buku kumpulan artikel yang ditulis secara kolaboratif dengan teman lain. Tapi saya memang bukan seorang penulis buku. Saya hanya menulis artikel sesekali dan dimuat di koran lokal seperti Kaltim Pos dan Jawa Pos. Tulisan saya hanya pernah sekali dimuat di koran Kompas. Tapi that’s all. Saya tidak tertarik untuk terus menulis di media

Lalu bagaimana saya tiba-tiba menjadi seorang ‘penulis buku’…?!
Barangkali itu karena faktor kebetulan. (more…)

Tags:
 

STONES INTO SCHOOLS

Stone in Schools. http://www.stonesintoschools.com/

Stone in Schools. http://www.stonesintoschools.com/

Jika Anda punya sedikit waktu untuk membaca dipagi, siang atau malam hari maka saya menganjurkan Anda untuk membaca buku “Stones into Schools”, sebuah buku tentang perjuangan Greg Mortenson dalam membangun lebih dari 145 sekolah di Pakistan dan Afghanistan selama 17 tahun ini. Buku ini adalah sekuel memoar laris “Three Cups of Tea” yang bukunya telah terjual 3,4 juta kopi dan diterbitkan di tiga lusin negara di seluruh dunia dan bertahan sebagai buku terlaris New York Times untuk kategori jenis nonfiksi selama tiga tahun terus menerus! Fakta ini saja sebenarnya cukup untuk membuktikan bahwa buku ini dahsyat! Sebuah buku yang patut untuk Anda baca dan sebarluaskan semangatnya pada siapa saja yang ingin memiliki hidup yang memiliki arti bagi orang lain. Buku ini bahkan menjadi buku bacaan wajib bagi para perwira militer yang mengikuti pendidikan penumpasan pemberontakan (countersurgency) di Pentagon. Buku ini dapat mengajar para perwira tersebut agar mereka memahami semangat dan visi Greg Mortenson dalam membangun peradaban di negara yang diluluhlantakkan oleh perang yang tiada henti.

Buku ini diberi kata pengantar oleh Khaled Hosseini, penulis novel fenomenal laris “The Kite Runner”, yang memberikan penghargaan yang tinggi terhadap upaya Greg Mortenson untuk membangun sekolah di negara-negara yang luluh lantak oleh perang dan pertikaian suku itu. Greg tidak hanya membangun sekolah bagi anak-anak di daerah sangat terpencil di sudut-sudut dunia yang tak terbayangkan oleh kita tapi ia juga mengutamakan dedikasinya tersebut bagi anak-anak perempuan yang paling menderita oleh karena situasi perang dan pertikaian tersebut. Greg percaya pada fenomena ‘Girl Effect’ pada pepatah Afrika yang menyatakan “Jika kita mengajar anak laki-laki, kita mendidik individu; tapi jika kita mengajar anak perempuan, kita mendidik satu komunitas.” Dari upayanya ini Greg berhasil menumbuhkan anak-anak perempuan yang berasal dari suku paling terpencil di Pakistan dan Afghanistan menjadi pahlawan dan pemimpin komunitasnya masing-masing, sesuatu yang bahkan takkan terbayangkan waktu sekolah itu dibangun.
(more…)

RAHASIA DARI RAHASIA

Apakah Anda pernah membaca buku ‘The Secret’ dari Rhonda Byrne? Buku ini pernah menggegerkan dan menjadi perbincangan di seluruh dunia karena dianggap memberikan pandangan baru tentang rahasia alam semesta. Buku itu dipromosikan sebagai buku yang membuka rahasia mengapa manusia bisa sukses dan memberikan cara agar kita juga bisa sukses dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dalam buku tersebut. Buku ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak motivator dalam memberikan pelatihan-pelatihan motivasi diri. Buku ini juga menginspirasi terbitnya buku lain termasuk buku “Membongkar Tiga Rahasia” yang ditulis oleh Agus Mustofa ini.

Jika Anda menikmati buku “The Secret”nya Rhonda Byrne maka saya jamin Anda akan bisa lebih menikmati buku Agus Murstofa ini. Jika Anda merasa mendapat pencerahan dari buku “The Secret” maka buku Agus Mustofa ini akan bisa memberikan Anda kedalaman, meski buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan sederhana.
(more…)