prev next

HOT, FLAT, and CROWDED (Part 2)

Pagi ini saya membaca lagi buku Friedman “HOT, FLAT, and CROWDED” dan sampai pada dua kisah menarik. Kisah menarik pertama adalah tentang bagaimana tentara Amerika yang sedang berperang di Iraq memecahkan masalah keamanan transportasi bahan bakar bagi pos-pos tentaranya yang tersebar. Kebutuhan transportasi bahan bakar bagi pos-pos tersebut (terutama karena harus berpendingin udara di tengah terik matahari yang panasnya bisa mencapai hampir 50 derajat Celsius) membuat mereka rentan diserang bom dan granat peluncur ketika mengirim bahan bakar ke setiap pos-pos tersebut . Pemecahan masalah yang mereka pilih adalah dengan menjadi ‘lebih hijau’. Pada akhirnya membuat mereka menemukan cara cerdas yang bukan hanya membuat tentara Amerika lebih aman dari serangan bom, mengurangi konvoi bahan bakar, menghemat uang dari penghematan bahan bakar, dan malah masih kelebihan listrik yang bisa dibagikan kepada penduduk sekitar. Sebuah cara cerdas yang ditemukan karena upaya untuk memecahkan masalah dengan perspektif baru, yaitu menjadi ‘lebih hijau’ dari seragam mereka.

Kisah kedua adalah bagaimana kota New York berubah menjadi lebih nyaman dan lebih sehat. Dan itu dimulai dengan upaya untuk membuat armada taksi New York menjadi lebih sehat dan tidak beracun dengan mencoba mengganti mobil Ford Crown Victoria yang sangat rakus bahan bakar dengan jarak tempuh hanya 4 km/liter dengan mobil hibrida.
(more…)

Tags:
 

HOT, FLAT, and CROWDED

Sampai pagi ini saya masih membaca bukunya Thomas Friedman “HOT,FLAT, and CROWDED”. Buku ini begitu menarik sehingga membuat saya tidak ingin segera menamatkannya. Saya seolah ditarik ke dalam sebuah petualangan global yang berupa fakta-fakta tentang bumi yang kita tinggali ini yang sebelum ini saya ketahui hanya kulit-kulitnya dan kemudian diminta untuk bertualang sendiri ke dalamnya.

Tapi sebenarnya buku ini memang bukan seperti novel yang meski menarik membuat kita terus membacanya sampai habis. Buku ini membuat saya harus berhenti setiap dua atau tiga halaman untuk sekedar menarik nafas panjang untuk mencerna gempuran fakta yang disuguhkan oleh Friedman. Faktanya saya memang harus berhenti setiap dua atau tiga halaman karena pemaparan yang disampaikannya benar-benar membuat saya sesak nafas dan tidak mampu untuk meneruskannya. Pada beberapa halaman saya juga harus berhenti untuk mencerna dan BENAR-BENAR MEMAHAMI PESAN yang disampaikan oleh Friedman dalam bukunya yang dianggap sebagai karya terbaiknya. Buku ini “Berani, tajam, memandang jauh ke depan dan kaya akan fakta-fakta mengejutkan tentang dunia yang saat ini kita huni”. Apa yang ditulisnya benar-benar mengejutkan saya dan membuat saya harus menarik nafas dan menenangkan pikiran di setiap dua atau tiga halaman yang ditulisnya. It’s a shocking book!

Meski buku ini ditulis dengan pesan dan kritik pedas kepada Amerika Serikat, negaranya sendiri, yang dianggapnya tidak cukup berupaya untuk mengambil kepemimpinan dalam revolusi hijau untuk memperbarui masa depan global manusia, saya justru merasa bahwa Friedman sedang berbicara dan menohok keras kepada Indonesia, Dan itu yang membuat saya harus sering-sering menahan nafas dan tidak mampu meneruskan membaca. Saya harus sering-sering menenangkan diri sebelum melanjutkan membaca lagi.
(more…)

Tags:
 

PUISI UNTUK DE’CITI

Untuk De’Citi
yang sedang terjepit ekonomi dan mau bunuh diri.

Mari kita duduk-duduk dulu dan bicara soal BBM ini.
Toh BBM baru akan naik tanggal 1 nanti.
Kok kamu sudah mau bunuh diri kini.

Mari saya jelaskan soal BBM.
Mungkin akan panjang. Terlalu panjang…
Tapi untuk dapat BBM itu memang prosesnya panjaaaang…!
Bukan sekedar ambil dengan mengeduk di sumurnya Kang Paijo.
Atau tinggal ambil dari kompornya Mak Painem
Seperti yang mungkin kamu kira

De’Citi
BBM sebenarnya adalah barang mewah. BBM bukanlah barang biasa.

BBM adalah barang mahal, dimana negara dan perusahaan multinasional menghabiskan beratus juta dollar di muka.

Untuk biaya penemuan lokasi, biaya eksplorasi, biaya refinery, biaya itu dan ini. Belum lagi yang dikorupsi

BBM itu mahal De’ Citi…!

Dan Indonesia, bukanlah negara di mana rakyatnya berdiri di atas timbunan emas hitam semacam Arab Saudi ataupun Brunei.
Ya, BBM adalah barang mewah. Coba simak perbandingan harga BBM ini.

(more…)

Tags:
 

Jiwa Kaypang

Karena siswa kelas 6 SD sedang ujian maka Tara yg kelas 4 libur sekolah selama tiga hari. Sejak kemarin ia sudah mem’booking’ jadwal saya utk berenang dan sudah saya iyakan. Pagi ini kami meluncur ke hotel Tiga Mustika setelah mengantarkan mamanya ke acara PKK. Jalanan macet di mana-mana karena orang-orang pada antre bensin dan menutupi ruas jalan puluhan meter di semua jalan yg ada pompa bensinnya. Akibatnya perekonomian di sekitar pompa bensin tersebut terganggu karena orang tidak bisa lagi beraktifitas seperti biasa karena jalanan tertutup antrian. Antrian bensin ini memang mengherankan karena jatah bahan bakar di Balikpapan tidak dikurangi sehingga sebetulnya tidak ada kelangkaan bahan bakar. Yang ada hanyalah kepanikan akan hilangnya BBM sehingga ketika ada kendaraan antri BBM maka yg lain ikut-ikutan seolah takut besok sdh tidak bisa beli BBM lagi.

Saya sendiri kemarin ikut antri beli bensin karena memang sudah kehabisan. Tanda peringatan pengisian bensin telah muncul di dashboard. Dan saya butuh lebih dari satu jam utk antri beringsut sedikit demi sedikit dari jarak puluhan meter jaraknya dari pompa bensin sampai ke tempat pengisian. Sebetulnya saya sudah lama pakai Pertamax tapi sampai di tempat ternyata Pertamax kosong dan yg ada justru premium. Aneh memang. Lha wong saya sudah bertekad utk tidak menggunakan BBM bersubsidi ketika mengantri kok malah kini Pertamaxnya yg kosong. Apa boleh buat. Saya terpaksa beli premium bersubsidi lagi.

Stok BBM sebenarnya tetap tersedia meski orang pada antri bersamaan dalam barisan yg begitu panjang. Anehnya, seorang wanita yg mengisi di depan saya ternyata hanya membayar 70 ribuan dan tangkinya sudah penuh. Artinya tangki mobilnya sebetulnya masih banyak isinya tapi toh ia ikut-ikutan mengantri utk memenuhi tangki mobilnya. Pantasan kok antrian begitu panjang lha wong semua ikut mengantri meski tangkinya belum kosong dan hanya ingin membuat tangkinya penuh. Saya sedih memikirkan prilaku orang Balikpapan yg seperti ini. Saking kuatirnya sampai bersikap irasional. Lagipula sekarang masih jauh dari hari kenaikan harga BBM.
(more…)

Tags:
 

Rejeki yang Tak Terduga

Kadang-kadang saya dapat rejeki tak terduga. Contohnya kemarin. Tiba-tiba saya di SMS oleh salah seorang dosen di STIKOM Balikpapan dan diminta utk memberi sambutan pada acara “Seminar Sosialisasi Internet Sehat dan Aman dan Internet Security” yg dikerjakan bersama oleh Kemkominfo dan Stikom Balikpapan. Alasannya Ketua Yayasan Airlangga dan Ketua Stikom Balikpapan sedang tidak berada di tempat. Dan saya (yg sudah menganggap diri saya sebagai komisaris non-aktif) ketiban sampur dan harus dimainkan. Reaksi pertama di otak saya adalah menolak. Gile..! Sedangkan yg di Bandung saja tidak saya datangi. Padahal yg hadir adalah Dirjen Kemkominfo Pak Ashwin Sasongko. Tapi yg di Bandung memang sudah ada Pak Indra Djati Sidi, Ketua Pembina IGI. Jadi sudah tepat alasan saya utk tidak perlu menghadirinya. Lah sekarang kok malah diminta membuka acara di Balikpapan…!

Tapi saya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan sambil berpikir. Saya harus punya alasan tepat untuk menolak. Bukan sesuatu yg konyol seperti ‘lagi malas’ seperti itu. Sifat malas itu sudah bertahun-tahun saya perangi dan saya tendang ke selokan setiap kali muncul.

Saya tidak menemukan alasan yg bagus…

Jadi saya iyakan permintaan mereka utk memberi sambutan pada acara tersebut. Ini kan hanya kerjaan sangat ringan dan hanya butuh waktu maksimal dua jam. Saya juga tidak perlu waktu utk mempersiapkan makalah presentasi atau semacamnya. Saya bisa datang begitu saja dan ngacapruk, kata orang Sunda.

Esoknya saya datang ke acara di hotel Tiga Mustika lebih awal. Saya memang tidak suka datang terlalu mepet waktu. Lagipula ini di Balikpapan, my own town. Hotel ini juga sudah begitu familier dengan saya. Saya biasa mengajak Tara, anak saya, berenang di hotel ini dengan biaya 50 ribu sekalian makannya. Dan biasanya hanya kami yg mengisi kolam renang kecil hotel tersebut.
(more…)

 

The Iron Lady

Saya dan istri kemarin siang nonton film ‘Iron Lady’ di E-Walk, Balikpapan. Ini film yg sangat bagus tentang perjalanan hidup Margaret Thatcher, PM Inggris, yg pernah memerintah Inggris selama 11,5 tahun. Ia seorang pemimpin dunia yg tegas dan keras. Itu sebabnya ia dijuluki ‘Wanita Besi’ saking kerasnya pendiriannya. Perannya dimainkan dengat sangat bagusnya oleh Meryll Streep, bintang wanita favorit saya sejak dulu. Sudah lama sekali rasanya sy tidak nonton filmnya. Dan aktingnya dalam film ini benar-benar memukau saya.

Kekerasan dan keteguhan hati Margaret Thatcher bisa dilihat ketika ia memutuskan perang thdp Argentina perkara sengketa Falklands (atau Malvinas menurut Argentina). Utusan dari Amerika yg diharapkan dapat mengubah pandangannya samasekali tak diberi kesempatan utk menyampaikan pandangan-pandangannya. Tegas dan keras bagai karang. Perang dimenangkan oleh Inggris dan Malvinas jadi sejarah.
(more…)

Percobaan Sains Tara

Karena Tara mendapat informasi dari teman sekolahnya (sebetulnya HOAX) bahwa Cocacola dapat melarutkan ceker (kaki ayam) hanya dalam satu jam maka saya mengajaknya utk membuktikan sendiri apakah informasi itu benar atau salah. Saya sudah menunjukkan padanya tautan di internet mengenai bantahan tentang hoax tersebut. Tapi saya pikir ini sebuah kesempatan bagus bagi kami utk mengajaknya melakukan eksperimen sains sederhana untuk membuktikannya sendiri. Seeing is believing. Apalagi experiencing itself.

Mengapa diisukan bahwa ceker dapat hancur jika direndam oleh Cocacola? Ceker adalah tulang kaki yg merupakan bagian yang terkeras dari ayam. Jika ceker yg merupakan tulang terkeras saja bisa hancur jika direndam dalam minuman Cocacola maka bayangkan betapa kerasnya dan berbahayanya minuman ini jika kita masukkan dalam tubuh kita…!
(more…)

Tags:
 

Ilustrasi. Poligami. blogspot.com

Syahdan….

Suatu ketika Ali bin Abi Thalib, suami Fatimah anak kesayangan Nabi Muhammad saw, berniat menikah lagi. Adalah hal yang jamak jika seorang laki-laki beristri lebih dari satu pada jaman itu. Bahkan nabi Muhammad dan beberapa sahabat lainnya memiliki lebih dari satu istri. Keinginan Ali bin Abi Thalib untuk memiliki lebih dari satu istri selain Fatimah tentulah hal yang wajar. Lha wong sampeyan sama saya saja juga punya keinginan yang sama toh…?! Ra sah ngaku…!

Jadi Ali bin Abi Thalib pun berkeinginan untuk meminang seorang wanita lagi dan yang dipilihnya adalah putri Abu Jahal. Tidak jelas benar mengapa Ali bin Abi Thalib memilih putri Abu Jahal. Tapi perkiraan saya yang dhoif ini putri Abu Jahal tentulah memiliki daya tarik yang mampu membuat Ali bin Abi Thalib bertekad bulat madep mantep untuk kawin lagi. Daripada cuma jadi bunga khayali setiap hari kan lebih baik dinikahi sekalian. Nggih nopo nggih…?!

Tapi Ali bin abi Thalib adalah seorang laki-laki dan sekaligus suami yang baik. Beliau tidak berniat untuk main slinthutan di belakang tanpa sepengetahuan istri. Beliau adalah seorang jentelmen tulen dan tidak seperti kebanyakan kita yang lebih suka main di belakang tanpa sepengetahuan istri. Tidak…! Ali bin Abi Thalib tidak mau melakukan tindakan yang tidak terpuji. Jika ia ingin kawin lagi maka ia akan meminta ijin dari istrinya lebih dahulu. Itulah sifat seorang laki-laki jantan yang perduli pada perasaan istrinya. (Sekali lagi, tidak seperti kelakuan suami-suami kebanyakan seperti sekarang yang tetap saja beristri lagi tanpa meminta persetujuan istri. Tidak perduli bagaimana perasaan istrinya. Ada lagi yang suka selingkuh. Jangankan minta persetujuan istri lha wong menikahi secara resmi selingkuhannya saja tidak berani kok!).
(more…)

Tags:
 

Cocacola dan Yahudi

Yubi, Tara dan Yufi

Pulang dari sekolah tiba-tiba Tara memberi ‘informasi penting’ pada saya yg sedang bekerja di depan komputer.

“Tahu nggak Pak, ternyata Cocacola itu kalau dibalik menjadi ‘La Muhammad, La Mecca’…!”. Whaaaat…?! Saya yg semula mendengarkan sambil mata tetap di monitor langsung menoleh ke padanya dengan pandangan membelalak tak percaya. Sekali lagi saya tercengang dengan ‘pengetahuan’ yg ia dapatkan dari sekolahnya.

“Dari mana kamu tahu…?!” tanya saya menyelidik.

“Ya tahulah…!” jawabnya ringan sambil tersenyum lebar seolah berhasil mengalahkan pengetahuan bapaknya.

“Cocacola itu punyanya Israel…!”

Oh my God…! Anak saya ini rupanya sudah ikut-ikutan menjadi ‘little mujahidin’ yg memusuhi Israel dan memasukkan Cocacola sebagai produk yg juga harus dimusuhi. Sebelum ini ia memberitahu saya bahwa bintang segi enam adalah bintangnya Yahudi yg katanya harus dibenci. Entah siapa teman-teman sekolahnya yg sering memasok ‘materi politik’ semacam ini tapi hal ini sungguh merisaukan saya. Ini sudah termasuk ‘hate and racial content’ yg berbahaya dan saya sungguh tidak ingin anak-anak saya teracuni oleh masalah-masalah politik ‘berbau’ agama seperti ini.

Sudah umum bahwa umat Islam, khususnya Indonesia, membenci negara Israel yg Yahudi karena sejarah konflik masa lampau dengan umat Islam dan juga karena Israel menindas bangsa Palestina sampai saat ini. Palestina dianggap sebagai ‘representasi’ umat Islam. Jadi menindas bangsa Palestina berarti menindas umat Islam dan siapa saja yg menindas umat Islam berarti lawan dari umat Islam di seluruh dunia yg harus dibenci dan dimusuhi. Dan siapa yg tidak ikut membenci Israel dan bangsa Yahudi patut diragukan solidaritas keislamannya, atau bahkan keimanannya. Hiks…!
(more…)

Tags:
 

Satu Buku Setahun dan Dua Buku Tahun Ini

Karena mempersiapkan materi belajar bagi anak-anak saya akhirnya saya membeli banyak buku pelajaran yg sekiranya relevan dg kebutuhan mereka. Di antaranya adalah buku kumpulan soal-soal UN bagi SMA IPS bagi anak sulung saya, UN SMP untuk Si Tengah, Matematika kelas 4 SD bagi Si Bungsu Tara. Karena saya mantan guru bhs Inggris maka saya juga membeli beberapa buku materi pembelajaran bahasa Inggris SD, SMP dan SMA. Saya sudah lama tidak mengajar bahasa Inggris dan mestinya sudah karatan dan ketinggalan puluhan tahun dengan kurikulum terbaru. Jadi saya perlu mempelajarinya kembali.

Ketika di toko buku saya ambil saja buku-buku yg nampak menarik dan minta istri saya utk membayarnya (ia adalah Mentri Keuangan di rumah). Ketika istri saya mesti membayar ke kasir Gramedia Balikpapan ia terkejut karena mesti membayar hampir 400 ribu. Gramedia Balikpapan ini memang harga bukunya lebih mahal sekitar sepuluh ribuan dibandingkan di Jawa. Istri saya menatap mata saya dengan pandangan setengah bertanya dan setengah protes. Saya membalas dengan pandangan mata kosong. No need to argue. Sesekali kami memang perlu berbelanja buku di kota sendiri meski pun jelas harganya lebih mahal. Tapi dalam hati saya sebenarnya juga ikut jengkel. Baru saja seminggu yg lalu saya memborong buku-buku obral di Gramedia Expo Surabaya dan dapat dua kardus buku dengan harga antara sepuluh dan dua puluh ribu rupiah perbukunya. It’s like winning a toto! Bukunya Thomas Friedman ‘Hot, Flat, and Crowded’ yg hampir 600 halaman hanya 20 ribu rupiah sedangkan buku ‘Brain Power’nya John Dabell yg hanya 360-an halaman harus saya tebus dg harga Rp.82.500,- di Balikpapan! Semprul tenan…!

Jadi begitulah… Setiap pagi selesai mengaji saya buka buku-buku itu dan pelajari isinya. Saya tenggelam dalam keasyikan membaca-baca buku-buku tersebut. Saya merasakan kembali keasyikan saat-saat mempersiapkan materi pembelajaran, menyusun tugas-tugas, latihan soal dan berdiri mengajar di depan siswa. Saya merasa adrenaline saya mengalir mengingat masa-masa tersebut. I feel the sensation again. Saya merasa semangat saya bangkit utk mengajar kembali. Saya memang selalu bersemangat dalam mengajar dan mungkin itu juga dirasakan oleh siswa-siswa saya. Seluruh jiwa dan pikiran saya terfokus pd kelas-kelas yg akan saya ajar dan saya selalu mencari cara yg lebih baik daripada sebelumnya. Itu semacam tantangan rutin bagi saya.
(more…)

Tags: