
Lia Eden
Dear all,
Apakah Anda mengikuti kehebohan kasus ‘penghinaan agama’ Lia Aminuddin (Lia Eden) yang kemudian melebar setelah ‘dibela’ oleh Lutfi As-Syaukani?
Semula saya tidak tertarik dengan kasus ini tapi karena di salah satu milis yang saya ikuti saya didorong untuk berkomentar maka saya akhirnya membaca-baca apa yang terjadi. Isu yang dibahas adalah bahwa Lia Eden dianggap menyimpang (dari ajaran Islam) sedangkan ajaran nabi Muhammad tidak menyimpang.
“Apa yang dilakukan oleh Lia Aminudin, sama seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Kesalahan Lia sama dengan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad waktu munculnya Islam,” kata Luthfi Assyaukanie dalam sidang MK di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, (17/2/2010).
Saya mau membela pernyataan Lutfi Asy-Syaukani bahwa semua nabi itu pada awalnya dianggap MENYIMPANG dari tatanan moral dan sosial yang sudah ada oleh kaumnya masing-masing.
(more…)

- Ilustrasi: Ujian
Apakah ada korelasi antara hasil nilai Try-out dengan UNAS itu sendiri? Ternyata TIDAK ADA. Hampir SEMUA hasil ujian Try-out di berbagai daerah hasilnya JEBLOK. Tapi hasil nilai UNAS ternyata cemerlang. Jadi sebenarnya TRY-OUT yang dilakukan itu sungguh tidak ada gunanya karena tidak menunjukkan korelasi yang signifikan.
Coba tanya sama Mbah Gugel. Bandingkan antara hasil nilai Try-out dengan hasil UNAS-nya sendiri di berbagai daerah. Terjadi peningkatan nilai yang fantastis, mengejutkan, mengherankan dan sekaligus aneh bin ajaib…!
Ini sebetulnya merupakan bahan penelitian yang menarik tapi anehnya tak ada yang tertarik.
Ingin bukti…?! Coba baca data berikut ini :
- Hasil Try Out UN Kota Tanjungpinang Memprihatinkan
Untuk jenjang SLTP, persentase kelulusan hanya mencapai 6 persen. Dari 2.805 peserta try out, hanya 159 yang dinyatakan lulus. Bahkan, dari 25 SLTP, ada 14 sekolah yang kelulusannya nol persen!
Sementara, di jenjang SMK, dari 709 peserta, hanya 39 peserta yang lulus atau hanya 5 persen. Di jenjang ini, ada empat sekolah yang kelulusannya nol persen.
Sedangkan di jenjang SMA/MA IPA, persentase kelulusan mencapai 2 persen. Pada jurusan IPS, kelulusannya mencapai 5 persen, dan jurusan Bahasa nol persen!
(more…)

Ilustrasi: Sekolah Internasional
Jadi alangkah mulianya jika kita bisa membuat sendiri sekolah yang bertaraf internasional agar siswa-siswa kaya tersebut tidak perlu harus ke luar negeri bersekolah dan devisa kita tidak tersedot. Tapi itu hanya satu alasan. Ada alasan lain yang tentunya tidak kalah mulianya tujuannya.
(more…)
Apakah Anda pernah membaca buku ‘The Secret’ dari Rhonda Byrne? Buku ini pernah menggegerkan dan menjadi perbincangan di seluruh dunia karena dianggap memberikan pandangan baru tentang rahasia alam semesta. Buku itu dipromosikan sebagai buku yang membuka rahasia mengapa manusia bisa sukses dan memberikan cara agar kita juga bisa sukses dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dalam buku tersebut. Buku ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak motivator dalam memberikan pelatihan-pelatihan motivasi diri. Buku ini juga menginspirasi terbitnya buku lain termasuk buku “Membongkar Tiga Rahasia” yang ditulis oleh Agus Mustofa ini.
Jika Anda menikmati buku “The Secret”nya Rhonda Byrne maka saya jamin Anda akan bisa lebih menikmati buku Agus Murstofa ini. Jika Anda merasa mendapat pencerahan dari buku “The Secret” maka buku Agus Mustofa ini akan bisa memberikan Anda kedalaman, meski buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan sederhana.
(more…)
“Pak Satria, di mana rujukannya sehingga kita bisa mengonfirmasi bahwa Tuhan menurunkan banyak agama? Sepemahaman saya, Allah hanya menurunkan satu agama : Islam. Yaitu agamanya Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS dan Muhammad SAW.”
Sebuah pertanyaan muncul dalam diskusi di sebuah milis dan saya tertarik untuk menanggapinya dalam sebuah tulisan yang agak panjang terpisah dari jawaban singkat saya pada si penanya.
Si penanya ini protes pada pernyataan saya bahwa Allah mengakui agama-agama lain sebagai agama yang diturunkanNya, selain Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad. Sedangkan menurutnya agama Islam itu hanya satu yaitu agama yang disampaikan pada Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad, meski ia tidak menyebutkan tentang perbedaan ‘versi’ agama Islam dari masing-masing nabi.
Jawaban singkat saya adalah : “Lha yang disebut Ahli Kitab itu siapa Kang ? Apa suku-suku terpencil di seluruh dunia ini tidak mendapatkan petunjuk (agama) dari Tuhan? Lantas Anda sebut apa petunjuk tersebut? Apa sih konsep ‘Agama’ dalam benak Anda?”
Tentu saja ini jawaban yang jauh dari memuaskan dan memang tidak menjelaskan tentang apa itu ‘agama’ dan apa itu ‘Islam’.
(more…)

1. Perlukah kita akan sebuah Ujian yang berstandar Nasional?
Ya. perlu. Kita memiliki sebuah sistem pendidikan yang berstandar nasional. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional tersebut mencakup
* Standar Kompetensi Lulusan
* Standar Isi
* Standar Proses
* Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
* Standar Sarana dan Prasarana
* Standar Pengelolaan
* Standar Pembiayaan Pendidikan
* Standar Penilaian Pendidikan
Baca di http://bsnp-indonesia.org/id/?page_id=61
Jika kita telah memiliki standar pelayanan pendidikan yang berskala nasional seperti ini maka kita juga memerlukan adanya sebuah ujian yang berstandar nasional.
(more…)
Dengan melakukan Ujian Nasional seperti sekarang ini sebenarnya Pemerintah Indonesia telah melakukan tindakan yang sangat gegabah dan belum pernah dilakukan oleh negara mana pun di dunia ini, yaitu menjadikan standardized test yang high-stakes sebagai exit exams bagi semua jenjang pendidikan yang berlaku di seluruh daerah di Indonesia. Tak ada negara lain di dunia ini yang melakukan hal tersebut. UN yang dijadikan sebagai alat kelulusan, yaitu sebuah perangkat untuk mencegat siswa untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya, yang berlaku bagi semua siswa di jenjang pendidikan SD, SMP dan SLTA di seluruh Indonesia dengan sebuah tes standar yang berisiko tinggi memang tidak pernah dilakukan oleh negara mana pun.
(more…)
Film “2012” meresahkan dan haram untuk ditonton! Kata siapa? Kata MUI Malang dan MUI Kalsel. Baca ini. Benarkah masyarakat resah? Sayup-sayup saya dengar teriakan dari belakang , “Resah…?! Resah apaan? Elo aja kali!”
Jadi siapa dong yang resah? Ya mereka berdualah! Siapa lagi…?! Hahaha…! Lha wong MUI Pusat melalui ketuanya KH. Ma’ruf Amin saja tidak mengharamkan film kiamat 2012 untuk di tonton masyarakat. Baca ini. KH Ma’ruf nampaknya lebih luas pandangannya ketimbang dua rekannya tersebut. Jadi jangan dikira kalau sesama MUI tidak berbeda pendapat.
Kalau ada hal yang meresahkan masyarakat maka masyarakat pasti akan menghindari hal yang meresahkannya tersebut. Itu hal yang alamiah sekali. Mereka tentu akan minta aparat untuk menghentikannya dan agar masyarakat menjauhinya. Umpamanya : geng motor, tawuran mahasiswa, premanisme, wabah penyakit, kebiasaan nenggak spritus dicampur air kencing kuda, dll.
Tapi coba tanyakan pada masyarakat yang sampai antri berjam-jam untuk bisa menonton film yang ‘meresahkan’ tersebut. “Eh! Elu apa kagak tahu bahwa film ini meresahkan? Kok elu malah antri untuk nonton?’ Saya jamin Anda akan dijawab :”Ah! Itu kan akal-akalan elu aja supaya gua pulang dan elu yang gantiin tempat gua ngantri kan? Sono ngantri di belakang!” Kalau ini belum memuaskan Anda, coba cegat mereka yang baru saja selesai nonton dan tanyai mereka,:”Eh! Elu resah nggak setelah nonton film ini?” Saya yakin akan dijawab,:”Resah..?! Gila lu! Tuh yang kagak kebagian karcis yang resah.” (more…)
Saya akan melanjutkan obrolan saya sebelumnya pada topik “Hukum Tuhan yang Berubah”. Tapi kali ini akan saya bikin dalam topik tersendiri, yaitu “Perbudakan dalam Islam”. Kebetulan saya sedang berada di perut Batavia dalam perjalanan pulang dari Manado ke Balikpapan dan punya waktu satu jam lebih sebelum mendarat.
Hukum atau syariat Islam tentang perbudakan ini menurut saya sangat menarik. Jelas sekali bahwa Tuhan ingin agar perbudakan itu dihapus dalam kehidupan karena perbudakan itu sungguh tidak sesuai dengan prikemanusiaan. Tapi kita tidak akan menemukan satu pun teks dalam AlQuran yang secara jelas menyatakan bahwa perbudakan harus dihapuskan. Pendekatan yang digunakannya berbeda dengan pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah khamr, poligami, atau riba, misalnya.
(more…)
Seorang teman bilang bahwa hukum atau aturan Tuhan itu tetap dan tidak akan pernah berubah. Sekali ditetapkan selamanya akan berlaku seperti itu. Saya bilang tidak. Hukum atau aturan Tuhan bisa berubah disesuaikan dengan perkembangan jaman. Yang dulunya diperbolehkan suatu saat bisa saja dilarang karena jaman sudah berubah.
Contoh yang gampang itu soal poligami
(more…)












Recent Comments