prev next

Andrea Hirata

Dwilogi Andrea Hirata

Ciri khas Andrea Hirata adalah bercerita dg gaya karikatural. Semua karakter, scene dan situasinya adalah bentuk karikatural.

Contoh karakter yang dibuat karikatur adalah sbb:
- Ikal – lulusan S2 kerja sebagai jongos warung kopi.
- Pengangguran Detektif M Nur dan burung merpatinya Jose Rizal.
-Preman Cebol- preman penguasa pasar yg ditakuti tapi ternyata sangat pendek dan tingginya hanya 90 cm.
- Paman Ikal pemilik warung kopi yg memiliki kepribadian ganda yg bisa dengan cepat berubah pikiran bergantung pada situasi. Pada akhir cerita dikatakannya bahwa sang Paman ini mencalonkan diri menjadi anggota DPRD.
- Enong atau Maryamah – penambang timah lepas yg mampu menguasai jurus catur Anatoly Karpov dalam jangka waktu singkat.

Keseluruhan cerita dan karakter adalah hasil karya imajinatif meski dikatakan oleh Andrea memiliki rujukan. Sama dengan buku Laskar Pelangi, karakter Ibu Muslimah, (begitu juga Lintang, Aling, dll) di buku hampir sepenuhnya hasil imajinasi Andrea ttg sosok guru yg sangat ideal meski tokoh Ibu Muslimah sendiri adalah nyata. Karakter dalam buku dikembangkannya sedemikian rupa sehingga begitu hidup dan memukau.
Tokoh-tokoh dalam dwilogi ini dikatakannya juga bersumber pada tokoh dalam kehidupan nyata yg kemudian diangkatnya dalam novel yg sepenuhnya imajinatif dan karikatural. (more…)

Tags:
 
Andrea Hirata

Andrea Hirata Seman Said Harun. Wikipedia.

Saya baru saja menyelesaikan membaca buku karya Andrea Hirata yang terbaru, sebuah novel dwilogi dalam satu buku, yaitu Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, dan masih merasakan betapa luar biasanya buku ini.
Andrea Hirata telah menjadi penulis favorit saya sejak novel Laskar Pelanginya yang telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa tersebut dan dwiloginya ini semakin meneguhkan dirinya sebagai seorang Grandmaster in Story Telling.

Dwiloginya ini benar-benar semakin menunjukkan kehebatannya sebagai seorang pencerita ulung. Saya meramalkan bahwa ia akan menjadi seorang penulis kelas dunia tak lama lagi dan saya mensejajarkankannya dengan Khaleed Hosseini yang terkenal dengan buku Kite Runner-nya tersebut. Saya bahkan memberikan kredit tambahan kepada Andrea Hirata karena kehebatannya memainkan imajinasinya. Ia seorang Grandmaster dalam kategori yang unik, seorang penulis cerita tentang kepedihan dan kesedihan hidup dengan cara olok-olok yang sangat satiris dan sekaligus lucu amat sangat.

Khaleed Hosseini adalah seorang penulis cerita tragedi dan ironi kehidupan dengan tingkat kepedihan yang sangat mengiris sehingga kita akan merasakannya begitu menyayat sampai ke tulang sumsum dan itu membuatnya sangat terkenal. Andrea Hirata juga mampu membuat sebuah cerita tentang ironi penderitaan hidup dalam tingkatan yang juga menyayat tapi sekaligus mampu meramunya dengan cara bertutur yang sangat jenaka dan bahkan konyol sehingga kita akan tertawa, menertawakan kekonyolan dan ironi hidup tersebut, sampai terpingkal-pingkal. Anda akan heran dibuatnya! Bagaimana mungkin kepedihan hidup tingkat tinggi sebegitu macam mampu diramu menjadi olok-olok yang tak terperikan lucunya?
(more…)

RAHASIA DARI RAHASIA

Apakah Anda pernah membaca buku ‘The Secret’ dari Rhonda Byrne? Buku ini pernah menggegerkan dan menjadi perbincangan di seluruh dunia karena dianggap memberikan pandangan baru tentang rahasia alam semesta. Buku itu dipromosikan sebagai buku yang membuka rahasia mengapa manusia bisa sukses dan memberikan cara agar kita juga bisa sukses dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dalam buku tersebut. Buku ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak motivator dalam memberikan pelatihan-pelatihan motivasi diri. Buku ini juga menginspirasi terbitnya buku lain termasuk buku “Membongkar Tiga Rahasia” yang ditulis oleh Agus Mustofa ini.

Jika Anda menikmati buku “The Secret”nya Rhonda Byrne maka saya jamin Anda akan bisa lebih menikmati buku Agus Murstofa ini. Jika Anda merasa mendapat pencerahan dari buku “The Secret” maka buku Agus Mustofa ini akan bisa memberikan Anda kedalaman, meski buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan sederhana.
(more…)

ibumuslimah-laskarpelangiPernah dengar Chaos Theory? Katanya sih kepak sayap seekor kupu-kupu di belahan dunia sini bisa menjadi gelombang badai di belahan dunia yang lain. Apa dan bagaimana sebenarnya teori tersebut saya sendiri tidak paham. Tapi pagi ini saya melihat betapa dahsyatnya ‘gelombang badai’ yang dihasilkan oleh ‘kepakan sayap kupu-kupu’ seorang Ibu Muslimah, seorang guru SD di sudut terpencil Belitong yang dituangkan secara imajinatif oleh Andrea Hirata dengan novel Laskar Pelanginya. Dahsyat! ‘Kepak sayap kupu-kupu’ Ibu Muslimah tersebut telah membuat gelombang badai dan kegemparan di seantero Indonesia setelah ‘kepakan’ pertamanya ia lakukan belasan tahun yang lalu di sebuah desa kecil bernama Gantong, Belitong, Siapa yang tahu bahwa kepak lemah seekor kupu-kupu di sebuah sudut dunia yang tidak kita kenal, dan mungkin samasekali tidak signifikan bagi kita, dalam jangka waktu puluhan tahun kemudian bisa menjadi badai taifun yang melanda dahsyat?
(more…)

 

Pengakuan Seorang Bandit Ekonomi

Pernah dengar istilah ‘Bandit Ekonomi’? ‘Bandit Ekonomi’ atau ‘Economic Hit Man’ adalah istilah bagi orang yang mempunyai tugas untuk membangkrutkan sebuah negara dengan memberinya hutang yang begitu besarnya sehingga tidak mungkin dapat dibayar oleh negara tersebut. Hutang yang dibuat-buat dengan dalih pembangunan dan pengurangan kemiskinan tapi sebenarnya bertujuan untuk membangkrutkan negara tersebut karena tidak mungkin akan mampu dibayar dengan proyek yang dibangun dengan dalih hutang tersebut. Setelah tidak mampu membayar barulah pemberi hutang menagihnya dalam bentuk penguasaan SDA negara korbannya.

(more…)

 

Ada dua tantangan Bambang Sudibyo, Mediknas, kepada kota Balikpapan dalam kunjungannya kemarin, Pertama, menjadikan Balikpapan sebagai Kota Pelajar dan kedua menjadikan Balikpapan sebagai Ciber City.. Menjadikan Balikpapan sebagai Kota Pelajar dan Cyber City ? Siapa takut!
(more…)

 

”Aku Beriman maka Aku Bertanya” PART II

Saya menyelesaikan membaca buku ”Aku Beriman maka Aku Bertanya” sesaat sebelum mendarat di bandara Polonia Medan. Saya membacanya sedikit demi sedikit sejak kemarin lusa karena ingin benar-benar menikmati buku tersebut. Saya ingin ’membaui, mencecap, dan mengunyahnya’ perlahan-lahan sebelum saya ’menelan’nya. Beberapa kali saya harus berhenti untuk meresapkan dan merenungkannya sebelum meneruskan untuk membacanya. The book is very interesting!

(more…)

 

Buku “Psikologi Beragama”

Karena menulis posting “Happy Birthday” yang bercerita tentang
kecemasan saya akan kematian yang semakin dekat, Mas Jalu Nurcahyo
mengirimi saya dua buah buku :”Psikologi Kematian” dan “Psikologi Beragama” karya Komaruddin Hidayat. Luar biasa indah dan menyenangkannya komunitas mailing-list ini! Kapan hari saya juga
ditawari untuk dibelikan buku terusannya “Eragon” kalau anak saya belum
punya oleh Sekar. Bayangkan betapa menyenangkannya kalau setiap nulis
kita mendapat kiriman buku! hehehe…

(more…)

 

Aku Beriman maka Aku Bertanya (PART II)

Saya menyelesaikan membaca buku ”Aku Beriman maka Aku Bertanya” sesaat sebelum mendarat di bandara Polonia Medan. Saya membacanya sedikit demi sedikit sejak kemarin lusa karena ingin benar-benar menikmati buku tersebut. Saya ingin ’membaui, mencecap, dan mengunyahnya’ perlahan-lahan sebelum saya ’menelan’nya. Beberapa kali saya harus berhenti untuk meresapkan dan merenungkannya sebelum meneruskan untuk membacanya. The book is very interesting!
Meski sebagian isinya bercerita tentang bukunya yang terdahulu yang sudah kubaca tapi penuturan yang disampaikannya tetap memikat dan membuat saya tak ingin segera menyelesaikannya. Apa yang menarik dari buku ini? Bagi seorang muslim yang memahami Islam melalui pendekatan rasional seperti saya buku ini sangat menarik karena memberikan perspektif yang jelas tentang pertanyaan-pertanyaan teologis
yang muncul bagi orang yang bersandar pada logika dan rasionya dalam memahami Islam.

(more…)

 

Aku Beriman Maka Aku Bertanya

Saya sedang ada tugas di Jakarta hari ini dan harus ke Binjai lusa dan karena tidak ingin tidur sore-sore di hotel (yang secara kebetulan diupgrade ke Suite Room yang wuenak tenan) maka saya sempatkan
jalan-jalan ke Plaza Semanggi yang hanya berjarak kurang dari sepuluh ribu rupiah ongkos taksi. Dulu rasanya saya pernah masuk ke plaza ini ketika masih baru berdiri. Tapi saya jadi tercengang (saya selalu
kesulitan untuk menerjemahkan secara tepat kata ’surprised’) karena pengunjungnya ternyata padat. Mungkin karena besok week-end maka orang-orang pada keluar rumah dan salah satu tujuan ’wisata’ mereka adalah Plaza. Tujuan saya adalah cari agenda dan buku jadi saya langsung ’njujug’ ke Gramedia di lantai 1.
(more…)