“Pak Satria, di mana rujukannya sehingga kita bisa mengonfirmasi bahwa Tuhan menurunkan banyak agama? Sepemahaman saya, Allah hanya menurunkan satu agama : Islam. Yaitu agamanya Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS dan Muhammad SAW.”
Sebuah pertanyaan muncul dalam diskusi di sebuah milis dan saya tertarik untuk menanggapinya dalam sebuah tulisan yang agak panjang terpisah dari jawaban singkat saya pada si penanya.
Si penanya ini protes pada pernyataan saya bahwa Allah mengakui agama-agama lain sebagai agama yang diturunkanNya, selain Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad. Sedangkan menurutnya agama Islam itu hanya satu yaitu agama yang disampaikan pada Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad, meski ia tidak menyebutkan tentang perbedaan ‘versi’ agama Islam dari masing-masing nabi.
Jawaban singkat saya adalah : “Lha yang disebut Ahli Kitab itu siapa Kang ? Apa suku-suku terpencil di seluruh dunia ini tidak mendapatkan petunjuk (agama) dari Tuhan? Lantas Anda sebut apa petunjuk tersebut? Apa sih konsep ‘Agama’ dalam benak Anda?”
Tentu saja ini jawaban yang jauh dari memuaskan dan memang tidak menjelaskan tentang apa itu ‘agama’ dan apa itu ‘Islam’.
(more…)
Film “2012” meresahkan dan haram untuk ditonton! Kata siapa? Kata MUI Malang dan MUI Kalsel. Baca ini. Benarkah masyarakat resah? Sayup-sayup saya dengar teriakan dari belakang , “Resah…?! Resah apaan? Elo aja kali!”
Jadi siapa dong yang resah? Ya mereka berdualah! Siapa lagi…?! Hahaha…! Lha wong MUI Pusat melalui ketuanya KH. Ma’ruf Amin saja tidak mengharamkan film kiamat 2012 untuk di tonton masyarakat. Baca ini. KH Ma’ruf nampaknya lebih luas pandangannya ketimbang dua rekannya tersebut. Jadi jangan dikira kalau sesama MUI tidak berbeda pendapat.
Kalau ada hal yang meresahkan masyarakat maka masyarakat pasti akan menghindari hal yang meresahkannya tersebut. Itu hal yang alamiah sekali. Mereka tentu akan minta aparat untuk menghentikannya dan agar masyarakat menjauhinya. Umpamanya : geng motor, tawuran mahasiswa, premanisme, wabah penyakit, kebiasaan nenggak spritus dicampur air kencing kuda, dll.
Tapi coba tanyakan pada masyarakat yang sampai antri berjam-jam untuk bisa menonton film yang ‘meresahkan’ tersebut. “Eh! Elu apa kagak tahu bahwa film ini meresahkan? Kok elu malah antri untuk nonton?’ Saya jamin Anda akan dijawab :”Ah! Itu kan akal-akalan elu aja supaya gua pulang dan elu yang gantiin tempat gua ngantri kan? Sono ngantri di belakang!” Kalau ini belum memuaskan Anda, coba cegat mereka yang baru saja selesai nonton dan tanyai mereka,:”Eh! Elu resah nggak setelah nonton film ini?” Saya yakin akan dijawab,:”Resah..?! Gila lu! Tuh yang kagak kebagian karcis yang resah.” (more…)
Saya akan melanjutkan obrolan saya sebelumnya pada topik “Hukum Tuhan yang Berubah”. Tapi kali ini akan saya bikin dalam topik tersendiri, yaitu “Perbudakan dalam Islam”. Kebetulan saya sedang berada di perut Batavia dalam perjalanan pulang dari Manado ke Balikpapan dan punya waktu satu jam lebih sebelum mendarat.
Hukum atau syariat Islam tentang perbudakan ini menurut saya sangat menarik. Jelas sekali bahwa Tuhan ingin agar perbudakan itu dihapus dalam kehidupan karena perbudakan itu sungguh tidak sesuai dengan prikemanusiaan. Tapi kita tidak akan menemukan satu pun teks dalam AlQuran yang secara jelas menyatakan bahwa perbudakan harus dihapuskan. Pendekatan yang digunakannya berbeda dengan pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah khamr, poligami, atau riba, misalnya.
(more…)
Seorang teman bilang bahwa hukum atau aturan Tuhan itu tetap dan tidak akan pernah berubah. Sekali ditetapkan selamanya akan berlaku seperti itu. Saya bilang tidak. Hukum atau aturan Tuhan bisa berubah disesuaikan dengan perkembangan jaman. Yang dulunya diperbolehkan suatu saat bisa saja dilarang karena jaman sudah berubah.
Contoh yang gampang itu soal poligami
(more…)
Alkisah …
Di sebuah perkampungan yang selama ini suasananya aman tentram kerta raharja tiba-tiba terjadi perubahan. Terjadi ketegangan antara para suami dan para istri di kampung tersebut. Suasana yang biasanya romantis dan rukun berubah menjadi tegang dan tidak ada lagi tawa dan canda diantara mereka. Para suami tiba-tiba dimusuhi oleh para istri. Mengapa demikian?
Para ibu ternyata melihat gejala yang aneh dari para suami mereka yang tiba-tiba menjadi lebih genit daripada biasanya. Para suami yang biasanya sarungan setiap pagi dan tidak mandi kalau tidak diteriaki berkali-kali oleh istirnya tiba-tiba sejak pagi sudah mandi bersih dan berpakaian lengkap dengan sisiran yang klimis .Usut punya usut ternyata hal tersebut disebabkan oleh munculnya sebuah perkumpulan eksklusif bernama “Polgam Club” di kampung tetangga yang punya slogan “Why Only One If You Can Get More?”, “God Bless Those Who Allow Husbands.”, “Why Go Illegal If You Can Go Legal?”, dll… dll…
Ringkasnya, para suami menuntut agar mereka juga bisa memperoleh privilege yang diperoleh para anggota “Polgam Club” tersebut.’ Mosok mereka bisa kami tidak bisa?’, demikian kilah mereka. Lagipula berdasarkan statistik jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki. Entah statistic darimana yang mereka sampaikan. Kami tidak ingin terperosok dalam perzinahan yang semakin lama semakin mewabah. Alangkah baiknya kalau syahwat disalurkan secara syar’i daripada terjerumus, dll… dll… Tentu saja argumen mereka ini dijawab oleh para istri mereka dengan argumen,’Apakah servis kami selama ini kurang memuaskan sehingga perlu tukang servis lain? Satu aja ngak habis-habis kok.’. Dll… dll…
(more…)
Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa Obama memperoleh penghargaan Nobel Perdamaian yang sangat bergengsi tersebut. Bukankah Obama masih juga melancarkan perang ke berbagai penjuru dunia dan tidak mampu menekan Israel untuk berhenti meneror dan membunuhi rakyat Palestina? Lantas apa dong kontribusinya pada perdamaian dunia?
Artikel berikut ini mungkin bisa menjelaskannya.
The Nobel Prize, the Brand and the President
By Gilad Atzmon
(more…)
Kalau Anda belum tahu apa itu ‘Kantin Kejujuran’ sebaiknya Anda membaca link berikut ini (http://www.diknas-padang.org/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=23&artid=240) atau (http://blogberita.net/2008/03/02/kantin-kejujuran/), lantas setelah itu mari kita membayangkan sebuah kantin sekolah yang sungguh ideal dimana setiap siswa dan guru adalah mahluk-mahluk jujur belaka dimana jika mereka masuk ke kantin sekolah, yang biasanya dijaga oleh istri Pak Bon dengan mata elangnya, tapi yang satu ini tidak dijaga siapa pun kecuali sejumlah malaikat berstatus volunteer yang tidak terlihat dan mendapat tugas khusus untuk mencatat siapa-siapa saja siswa dan guru yang mungkin belum kaffah kejujurannya. Tapi kalau mau ngemplang ya silakan saja. Hebat kan!
Para pembeli di kantin ini tentunya, diharapkan, adalah para siswa dan guru yang memasuki kantin dengan penuh keimanan di dada dan juga harus menguasai matematika (minimal aritmatika dasar penambahan dan perkalian) agar tidak keliru dalam membayar sejumlah uang sesuai dengan makanan, minuman, dan camilan yang mereka konsumsi serta berapa kembaliannya. Tak ada istri Pak Bon dengan mata elang dan kejeniusan aritmatiknya yang akan menghitungkan berapa uang yang harus kita bayar untuk makanan dan minuman yang kita kudap (atau mengingatkan siapa-siapa yang ngeloyor begitu saja tanpa membayar seolah masih sanak famili dari Pak Bon pemilik kantin). Di kantin jenis ini diharapkan siswa tidak menerapkan Prinsip 3-2-1 yang biasanya mereka terapkan di kantin reguler.
(more…)
Bulan Ramadhan ini merupakan tahun pertama Tara, anak bungsu kami, berpuasa sehari penuh. Tahun sebelumnya Tara hanya berpuasa setengah hari sebagaimana anak-anak lainnya. Sebetulnya kami tidak menyuruh Tara, yang baru kelas 1 SD itu, untuk berpuasa penuh dan menganggap berlatih berpuasa setengah hari sudah cukup baginya yang under-weight itu. Tapi nampaknya Tara memang anak yang istimewa. Ia punya semangat yang besar untuk melakukan hal-hal yang bagi orang lain cukup berat. (Saya ingat komentar murid-murid saya di tingkat elementary di Bontang International School dulu ketika tahu bahwa saya berpuasa seharian penuh selama sebulan ketika Ramadhan. Mereka mengatakan, :”Really? You don’t drink or eat even a bit the whole day? How could you do that, Mr Satria! I would die if I did that!” Ketika saya katakan bahwa banyak anak-anak muslim yang lebih muda darinya yang berpuasa seperti saya dan mereka pun semakin melongo! Mungkin mereka berpikir bahwa anak-anak muslim adalah calon-calon superman atau mungkin rahib petapa di masa depan.)
(more…)
Dear all,
Banyak diantara kita umat Islam yang selalu melihat ‘Barat’ dengan pandangan curiga, marah dan bahkan benci. Seolah (negara-negara) Barat adalah musuh bagi Islam dan patut diperangi dan minimal dimusuhi atau dijauhi. Negara Amerika Serikat pun kita jadikan sebagai representasi dari negara ‘Barat’ keji yang kita anggap sebagai negara yang ingin menghancurkan Islam baik dari dalam maupun dari luar.
Memang benar bahwa pemimpin-pemimpin AS sering mengeluarkan kebijakan yang sewenang-wenang terhadap negara-negara Islam. Bahkan Bush menyerang negara Afganishtan dan Iraq yang merupakan negara Islam dan hal tersebut merupakan kejahatan dari sebuah negara adidaya kepada negara lain.
(more…)
Saya juga pernah melihat orang yang naik Mercedes membuang kantong plastik berisi sampah dari McDonalds. Dibuang di depan kaki saya, dekat rumah. Hampir saja saya ambil dan taruh di atas kap mesin (mobil lagi tunggu di lampu merah). Tapi saya tahu pemilik mobil pasti marah sekali, jadi saya abaikan saja.
Gene Netto
+ My story, Gene.
Dua minggu yang lalu saya dan istri naik kereta dari Surabaya ke Madiun. Di ruang tunggu saya melihat dua anak muda yang merokok dengan asyiknya di depan saya. Kebal-kebul…! How intolerant! Perkiraan saya mereka adalah mahasiswa yang akan balik ke Jogya. Ketika selesai, salah seorang dari mereka membuang puntungnya di tempat sampah. Saya bersyukur dalam hati bahwa anak muda tersebut memiliki kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, however. I wish all students did the same.
(more…)










Recent Comments