prev next

PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PUSAT PEMBELAJARAN

PerpustakaanBeberapa waktu yang lalu Mrs. Kathryn Rivai , Principal Seri Insan Secondary School Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, beserta salah seorang stafnya, berkunjung ke beberapa sekolah di Balikpapan, termasuk ke SDIT Istiqamah dimana anak-anak saya bersekolah.

Sekolah Seri Insan adalah salah satu sekolah yang dijadikan tujuan sekolah pertukaran pelajar siswa SMU Balikpapan baru-baru ini. Kunjungan Kathryn ini selain untuk berlibur juga untuk melihat sistem pendidikan di Indonesia, khususnya Balikpapan dan untuk menemui beberapa orang tua yang tertarik untuk mengirimkan putra-putrinya untuk melanjutkan sekolah di Seri Insan. Pada kunjungannya kali ini mereka melihat SMUN 4, SMUN 2, dan Istiqamah. Selain itu mereka juga bertemu secara formal dengan Dinas Pendidikan Kota Bontang beserta beberapa kepala sekolah yang diundang untuk mendengarkan presentasi mereka tentang sistem pendidikan di Seri Insan.
(more…)

 

MUHAMMAD YUNUS DAN GRAMEEN BANK (Part 3)

Apa arti penting Muhammad Yunus dan Grameen Bank bagi umat Islam? Muhammad Yunus dan proyek Grameen Banknya yang memenangkan hadiah Nobel Perdamaian sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Ini artinya seorang umat Islam diakui oleh dunia sebagai pelopor dan pejuang bagi perdamaian dunia. Ini sungguh luar biasa! Sekarang tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa Islam (atau umatnya) tidak mampu membawa perdamaian pada dunia yang kacau balau ini. Muhammad Yunus adalah tonggak sejarah yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Islam. Beliau adalah satu-satunya umat Islam yang diakui sebagai Pahlawan Pembawa Perdamaian bagi umat manusia sampai saat ini. Justru pada saat Islam dituding sebagai biang terror dimana-mana!

(more…)

 

MUHAMMAD YUNUS DAN GRAMEEN BANK (Part 2)

satria.jpgJika Anda hanya punya kesempatan untuk membaca satu buku saja tahun ini, maka saya akan menganjurkan Anda untuk membaca buku tentang Muhammad Yunus dan Grameen Bank, “Bank for the Poor”. Saya sendiri membaca dari buku terjemahannya yang berjudul “Bank Kaum Miskin” yang diterbitkan oleh Penerbit Marjin Kiri. Di sampul depan buku ini ada sambutan dari Hugo Chavez, Presiden Venezuela, :”Beri tepuk tangan untuk kawan kita, teladan perjuangan melawan kemiskinan.” Jika seorang presiden negara sosialis terkenal macam Hugo Chavez saja sampai angkat topi untuk Muhammad Yunus ,(dan mantan presiden Clinton membawanya ‘runtang-runtung’ di Amerika untuk mengadopsi sistem Grameen Bank di Amerika) Anda bisa bayangkan betapa besar kharismanya. Penganugrahan Nobel Perdamaian 2006 sendiri untuk usaha pengentasan kemiskinan yang dilakukannya melalui usaha mikro kredit menunjukkan betapa pentingnya dan betapa berhasilnya sistem Grameen Bank dalam memerangi kemiskinan, bukan hanya di Bangladesh tapi di seluruh dunia. Apa yang beliau lakukan selama dua puluhan tahun benar-benar menunjukkan hasil yang menakjubkan dan membuktikan bahwa metodenya bisa diterapkan di berbagai negara dengan berbagai budaya. Buku ini menceritakan beberapa pendekatan yang digunakan di berbagai negara yang berbeda kultur dan tingkat social dengan tingkat keberhasilan yang fantastis dalam memerangi kemiskinan yang menjadi musuh bersama bagi kemanusiaan Ya, kemiskinan adalah musuh bersama bagi kemanusiaan. Tidak perduli apa agama Anda, tidak perduli apa suku dan bangsa Anda, tidak perduli apa paham politik Anda, begitu bicara tentang kemiskinan maka ia langsung akan menjadi musuh bersama kita dimana tiba-tiba kita bisa saling mengubur perbedaan dan pertikaian dan bergandengan tangan untuk menghadapinya. Terorisme menjadi tidak relevan dan kehilangan pijakan dalam perspektif ini.

(more…)

 

Martin ‘The Genius’

Pernahkah Anda bertanya-tanya dalam hati dimana sekarang teman-teman sekolah Anda dulu, 10 … 20… 30 tahun yang lalu? Dimana mereka sekarang berada dan apa pekerjaan mereka? Saya sering bertanya-tanya dalam hati saya kemana perginya teman-teman sekolah saya dulu ketika SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Kalau teman-teman kuliah masih bisa saya jejaki sebagian meski banyak juga lainnya yang saya tidak tahu informasinya. Saya bahkan sering menghubungi mereka satu persatu jika saya mampir ke Surabaya dan kamipun mengadakan reuni kecil-kecilan. Saat-saat yang selalu menyenangkan bertemu dengan teman-teman lama. Tapi teman-teman SMA? Hampir tidak ada satupun yang saya ketahui kemana perginya mereka sekarang. Saya benar-benar kehilangan jejak dan tidak tahu kemana harus mencari mereka.

(more…)

 

Bagaimana Anda Ingin Dikenang?

Beberapa tahun yang lalu saya diundang reuni oleh sebuah SMP dimana saya pernah mengajar di Surabaya. Reuni ini agak unik karena yang reuni bukan bekas siswanya tapi para bekas gurunya dengan pemrakarsa para bekas muridnya. Saya pernah mengajar di sekolah itu selama beberapa tahun pada tahun 80an. Saya sendiri sebelumnya juga lulus dari sekolah itu dan juga diajar oleh para guru yang akhirnya jadi kolega saya pada saat itu. Saya mengajar di sekolah itu setelah pindah dari sebuah sekolah di sebuah kecamatan kecil di kabupaten Madiun. Saya pindah ke kota Surabaya karena kuliah lagi. Jadi sambil kuliah di IKIP saya mengajar di sekolah itu dengan status PNS.

(more…)

 

Mau Pakai Cara Terminalan atau Cara Sekolahan?

Dulu saya tinggal di daerah Wonokromo di Surabaya. Waktu itu tidak banyak anak di kampung saya yang meneruskan sekolah hingga perguruan  tinggi. Paling banter mereka hanya bersekolah sampai SMA dan sebagian besar hanya lulusan SMP. Mereka berpikir praktis saja. Kalau bisa bekerja untuk apa sekolah? Lagipula sekolah memang membutuhkan biaya yang keluarga mereka tidak miliki. Idaman pemuda kampung saya adalah jika bisa bekerja di PT Colibri (sekarang PT Unilever). Tapi memang tidak banyak yang bisa bekerja di sana karena perusahaan tersebut juga punya persyaratan. Biasanya hanya mereka yang punya keahlian di bidang olahraga, seperti volley atau sepakbola, saja yang bisa diterima. Tak
heran jika banyak teman saya yang giat berlatih sepakbola atau volley jaman itu. Tapi memang tidak banyak yang bisa lolos seleksi. Sebagian besar ya terpaksa menganggur.  Karena dekat dengan terminal Joyoboyo maka banyak dari teman-teman saya yang nongkrong dan jadi anak terminal. Sebagaimana umumnya anak-anak  terminal kemudian banyak yang jadi preman. Tak heran jika kampung saya dulunya banyak premannya. Bagi preman siapa yang paling berani maka itu yang paling disegani. Otot (keberanian berkelahi) sangat dihargai.
(more…)