Hidup itu perbuatan! kata Sutrisno Bachir. Dan itu disampaikannya secara menyolok di baliho-baliho, papan-papan reklame, dan di layar-layar TV. Ia tidak hanya menuliskannya tapi juga membuat iklan tentang dirinya. Di layar TV saya dan istri saya terpaku melihat betapa ‘happy’nya kehidupan Sutrisno Bachir dan istrinya. Wajah mereka begitu sumringah. Senyum lebar begitu murah. Suasana terasa begitu damai. Sungguh sebuah keluarga impian setiap orang.
Pertamakali melihat iklan dirinya di papan reklame raksasa di Jakarta di tempat-tempat paling strategis, saya tertegun dan tercengang. Tanpa dapat saya cegah otak saya langsung mengeluarkan pertanyaan , :”Berapa duit yang harus dikeluarkan olehnya sekedar untuk mengatakan bahwa ‘Hidup itu Perbuatan’?” Dasar otak naif, umpat saya pada diri sendiri. Sutrisno Bachir adalah orang kaya raya dimana uangnya yang bekerja untuknya. Tak perlu bertanya berapa banyak uang yang dikucurkannya untuk menyatakan sesuatu yang begitu filosofis dan menggugah tersebut. Tapi sesuatu tetap mengganjal di otak saya.










Recent Comments