Pernahkah Anda mengenal seseorang yang sangat kaya, sangat dermawan, dan sangat sederhana sekaligus?
Saya mengenal seorang konglomerat yang sangat dermawan dan mungkin merupakan philantrophist terbesar di Indonesia (tapi tentu saja ia tidak mengenal saya). Ia baru saja menyerahkan dana pribadinya sebesar
US $150 juta untuk dimasukkan dalam yayasan pendidikan yang didirikannya untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Jika dimasukkan ke deposito dana tersebut akan menghasilkan bunga minimal 10 M setiap bulannya. Ia sangat kaya dan sangat dermawan. Tapi sederhana? Ia tidak masuk dalam kategori ini. Ia hidup sebagaimana layaknya seorang konglomerat. Rolls Royce warna maroonnya sangat mencerminkan gaya hidupnya. Jika Anda mencari orang dengan tiga kategori tersebut: kaya, dermawan, dan hidup sangat sederhana- maka ada dua orang yang bisa Anda contoh : Warren Buffet dan Chuck Feeney.
Bagi orang yang tidak tinggal dan bekerja di Jakarta kata ‘Macet’ mungkin tidak begitu bermakna. Tapi bagi orang yang tinggal dan bekerja di Jakarta maka kata ‘Macet’ memiliki makna yang sama intensnya dengan kata ‘makan’, ‘nongkrong’, ‘bekerja’, dll.
Saya tidak tinggal di Jakarta tapi sekarang bekerja disana dan hampir setiap minggu terbang ke Jakarta untuk bertugas. Meski diusahakan agar hotel dimana saya diinapkan tidak terletak jauh dari kantor saya bekerja di Sudirman tapi saya tetap harus menggunakan taksi untuk ke pulang pergi ke kantor. Saya hanya berjalan kaki kalau menginap di Sahid yang terlalu dekat untuk naik taxi. Tapi saya lebih memilih Atlet Century karena suasananya yang lebih ‘familiar’ dan lebih dekat kemana-mana.
Meski demikian dekatnya hotel saya menginap dan kantor saya bekerja tapi saya tetap mengalami macet ketika pulang kantor. Sebetulnya jalan Sudirman sangat jarang macet dan hanya tersendat sesekali karena jalan tersebut termasuk jalur ‘three in one’ dan taxi boleh meluncur disitu kapan saja.
(more…)











Recent Comments