prev next

SEKOLAH KENAPA HARUS GRATIS (PART 2)

Seorang teman yang sering saya ‘tulari’ tentang pentingnya sekolah gratis bagi bangsa menyatakan bahwa ia muilai memahami logika mengapa sekolah gratis itu perlu bagi semua strata rakyat tanpa diskriminasi. Ia juga mulai sadar bahwa sebenarnya sekolah gratis itu ‘dibiayai’ oleh orang-orang kaya yang membayar bermacam-macam pajak sehingga mereka sebetulnya lebih berhak memperoleh sekolah gratis ketimbang orang miskin. Jadi pernyataan bahwa ‘tidak fair jika orang kaya mendapat subsidi dalam bentuk sekolah gratis’ adalah pernyataan yang tidak berdasar.

Meski demikian ia belum percaya bahwa sekolah gratis dalam level makro memang-benar-benar dapat membuat bangsa dan negara justru menjadi jauh lebih maju dan berkembang. Baru-baru ini ia bertanya apakah ada bukti berupa data dan fakta yang menunjukkan bahwa sekolah gratis akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita dan pada akhirnya akan membuat bangsa dan negara kita menjadi lebih bersaing (kompetitif). Tentu saja ada jawab saya. Oleh sebab itu saya kirimkan data-data dan fakta kemajuan pendidikan Kabupaten Jembrana. Selain itu sayakirimkan juga artikel berikut ini.
Mungkin Anda sudah pernah membacanya. Tapi saya pikir membacanya sekali lagi juga tidak rugi.
Enjoy!
SD
(more…)

 

Sekolah Kenapa Harus Gratis?

Dalam sebuah percakapan tiba-tiba seorang teman kepala sekolah bertanya pada saya: ”Kenapa Sampeyan kok menginginkan sekolah gratis termasuk bagi orang kaya? Apa nggak sebaiknya sekolah gratis itu bagi orang miskin saja?” ini pertanyaan yang sering ditanyakan dan juga sudah sering saya jawab tapi ternyata banyak orang yang belum juga paham, termasuk teman kepala sekolah tersebut.

Jadi saya jawab.

(more…)

 

UNAS : MUTU DIHARAP BENCANA DIDAPAT

UNAS (Ujian Nasional) yang diharapkan akan dapat dipakai untuk memetakan kualitas pendidikan secara nasional dan diharapkan akan dapat memacu kerja keras semua pihak di bidang pendidikan ternyata berakhir mengenaskan, dicurangi dimana-mana. Dari berbagai daerah berdatangan laporan tentang terjadinya kecurangan yang dilakukan secara sistematis baik dalam level sekolah maupun dalam level daerah. Tujuan UNAS untuk memetakan dan meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah jelas tidak tercapai dengan adanya kecurangan dalam skala masif tersebut. UNAS yang menghabiskan dana ratusan milyar dan telah menyedot energi yang begitu besar tersebut menjadi mubazir dan sebaliknya justru mendatangkan bencana berskala nasional, runtuhnya moralitas pendidikan.

(more…)

 

UNAS JEBLOK SALAH SIAPA?

Jika nantinya UNAS jeblok dan membuat banyak siswa tidak lulus maka itu merupakan cermin dari kegagalan pemerintah dalam mengelola pendidikan. Pemerintah melakukan kesalahan beruntun dengan kegagalan tersebut.

Kesalahan pertama adalah tidak jelasnya tujuan UNAS itu sendiri. Kalau penyelenggaraan UNAS dimaksudkan untuk melihat bagaimana kualitas pendidikan kita secara nasional maka ini jelas mubazir. Jelas sekali bahwa penguasaan materi siswa di Indonesia masih sangat rendah. Dalam sebuah studi perbandingan kualitas pendidikan Indonesia menduduki posisi tiga terbawah dalam penguasaan fisika, matematika, biologi dan bahasa dari 50 negara di dunia, kendati kerap meraih juara dalam kompetisi akademik dunia. Dalam survei lain Indonesia mendapat nilai rata-rata E dalam rapor pendidikan dan berada di peringkat 10 dari 14 negara berkembang di Asia Pasifik (di bawah Vietnam, India, Kamboja, dan Banglades). Perlu bukti apa lagi untuk mengetahui kualitas pendidkan kita? Jika UN dimaksudkan untuk mendapatkan pemetaan kondisi pendidikan nasional, mengapa harus semua siswa mengikutinya? Mengapa tidak menggunakan metode sampling agar lebih hemat? Dan untuk tujuan pemetaan, seharusnya nilai ujian tidak perlu diumumkan, apalagi sampai menjadi patokan kelulusan siswa.
(more…)

 

OSIRIS

Siang itu saya menemukan anak pertama saya yang mulai beranjak remaja mengenakan kaos baru. Warnanya perpaduan putih dan hijau dan bertuliskan “OSIRIS”. Iseng-iseng saya tanya apakah dia tahu apa arti “OSIRIS” itu. Dia menjawab, :”Tahu dong, Pak! Osiris itu Dewa Kehidupan orang Mesir. Salah satu dari tiga dewa penting selain Ra dan Isis.” Eh, ternyata dia tahu banyak (entah benar entah tidak). Tiba-tiba saya merasa cemas (or should I?).

Jika saya menggunakan logika mainstream Islam tentang betapa pentingnya menjaga akidah agar tidak rusak karena  tercemar oleh paham ketuhanan lain, meskipun oleh hal simpel semacam ucapan selamat natal pada umat nasrani, maka seharusnya saya cemas. Jika mengucapkan selamat natal kepada umat nasrani pun sudah dianggap dapat berpotensi merusak akidah kita maka semestinya mengenakan baju kaos OSIRIS yang, mungkin,  melambangkan pemujaan terhadap salah satu dewa kuno Mesir mestinya juga dapat merusak akidah anak saya. Jadi saya semestinya cemas. Bukankah masalah akidah adalah masalah yang sangat…sangat pokok dalam Islam?

(more…)

 

Ujian Nasional Sebagai Keputusan Politik

Monday, May 14, 2007

“Unas tetap penting karena tidak hanya untuk memetakan kualitas sekolah, tapi juga mengetahui kualitas murid dan standarisasi pendidikan.” (Rasiyo, Jawa Pos, Sabtu 12 Maret 2007)

Ujian nasional adalah sebuah bentuk tes yang dikategorikan sebagai ’high-stakes’ (taruhan besar) karena digunakan untuk menjadi penentu utama dalam menilai siswa, dan bahkan menjadi penentu utama untuk menetapkan apakah seorang siswa lulus atau tidak. Sedangkan sebuah tes disebut standar apabila semua siswa menjawab pertanyaan yang sama dalam kondisi yang serupa dan jawaban mereka dinilai dengan cara yang sama.

(more…)