
The White Tiger, Wikipedia
Setiap kali ke toko buku saya selalu mengambil beberapa buku yang saya anggap bagus untuk dibaca. Tapi biasanya saya tidak selalu punya waktu untuk membaca semua buku yang saya beli tersebut. Soalnya sebelum semuanya saya baca saya sudah ke toko buku lagi dan mengembil beberapa buku lagi. Salah satu buku yang sudah saya beli cukup lama tapi tidak sempat saya baca sampai hari ini adalah “The White Tiger” karya Aravind Adiga, seorang keturunan India yang dibesarkan di Australia. Ia menamatkan studinya di Universitas Columbia dan Universitas Oxford. Ia pernah menjadi koresponden India untuk majalah Time.
Meski the White Tiger adalah novel pertamanya tapi novel ini langsung mendapat penghargaan The Man Booker Prize. The Man Booker Prize adalah lembaga yang mempromosikan ‘the finest in fiction by rewarding the very best book of the year’. Penghargaannya adalah ‘the world’s most important literary award’ dan Aravind Adiga adalah pemenang penghargaan tersebut pada tahun 2008. Selain itu karyanya mencatat salah satu novel yang paling cepat penjualannya dalam sejarah The Man Booker Prize. Ini membuktikan bahwa buku Aravind Adiga adalah buku yang luar biasa.
Buku ini tenggelam dalam rak buku saya dan baru saya lihat lagi ketika saya mencari-cari buku untuk saya baca. Hari ini saya akan ke bank dan seperti yang kita ketahui bersama bank mana pun selalu penuh pada hari Senin dan saya pikir alangkah enaknya jika kita bisa menunggu giliran dipanggil sambil membaca sebuah buku yang ‘mak nyus’.
(more…)
Jika Anda punya sedikit waktu untuk membaca dipagi, siang atau malam hari maka saya menganjurkan Anda untuk membaca buku “Stones into Schools”, sebuah buku tentang perjuangan Greg Mortenson dalam membangun lebih dari 145 sekolah di Pakistan dan Afghanistan selama 17 tahun ini. Buku ini adalah sekuel memoar laris “Three Cups of Tea” yang bukunya telah terjual 3,4 juta kopi dan diterbitkan di tiga lusin negara di seluruh dunia dan bertahan sebagai buku terlaris New York Times untuk kategori jenis nonfiksi selama tiga tahun terus menerus! Fakta ini saja sebenarnya cukup untuk membuktikan bahwa buku ini dahsyat! Sebuah buku yang patut untuk Anda baca dan sebarluaskan semangatnya pada siapa saja yang ingin memiliki hidup yang memiliki arti bagi orang lain. Buku ini bahkan menjadi buku bacaan wajib bagi para perwira militer yang mengikuti pendidikan penumpasan pemberontakan (countersurgency) di Pentagon. Buku ini dapat mengajar para perwira tersebut agar mereka memahami semangat dan visi Greg Mortenson dalam membangun peradaban di negara yang diluluhlantakkan oleh perang yang tiada henti.
Buku ini diberi kata pengantar oleh Khaled Hosseini, penulis novel fenomenal laris “The Kite Runner”, yang memberikan penghargaan yang tinggi terhadap upaya Greg Mortenson untuk membangun sekolah di negara-negara yang luluh lantak oleh perang dan pertikaian suku itu. Greg tidak hanya membangun sekolah bagi anak-anak di daerah sangat terpencil di sudut-sudut dunia yang tak terbayangkan oleh kita tapi ia juga mengutamakan dedikasinya tersebut bagi anak-anak perempuan yang paling menderita oleh karena situasi perang dan pertikaian tersebut. Greg percaya pada fenomena ‘Girl Effect’ pada pepatah Afrika yang menyatakan “Jika kita mengajar anak laki-laki, kita mendidik individu; tapi jika kita mengajar anak perempuan, kita mendidik satu komunitas.” Dari upayanya ini Greg berhasil menumbuhkan anak-anak perempuan yang berasal dari suku paling terpencil di Pakistan dan Afghanistan menjadi pahlawan dan pemimpin komunitasnya masing-masing, sesuatu yang bahkan takkan terbayangkan waktu sekolah itu dibangun.
(more…)

Dwilogi Andrea Hirata
Ciri khas Andrea Hirata adalah bercerita dg gaya karikatural. Semua karakter, scene dan situasinya adalah bentuk karikatural.
Contoh karakter yang dibuat karikatur adalah sbb:
- Ikal – lulusan S2 kerja sebagai jongos warung kopi.
- Pengangguran Detektif M Nur dan burung merpatinya Jose Rizal.
-Preman Cebol- preman penguasa pasar yg ditakuti tapi ternyata sangat pendek dan tingginya hanya 90 cm.
- Paman Ikal pemilik warung kopi yg memiliki kepribadian ganda yg bisa dengan cepat berubah pikiran bergantung pada situasi. Pada akhir cerita dikatakannya bahwa sang Paman ini mencalonkan diri menjadi anggota DPRD.
- Enong atau Maryamah – penambang timah lepas yg mampu menguasai jurus catur Anatoly Karpov dalam jangka waktu singkat.
Keseluruhan cerita dan karakter adalah hasil karya imajinatif meski dikatakan oleh Andrea memiliki rujukan. Sama dengan buku Laskar Pelangi, karakter Ibu Muslimah, (begitu juga Lintang, Aling, dll) di buku hampir sepenuhnya hasil imajinasi Andrea ttg sosok guru yg sangat ideal meski tokoh Ibu Muslimah sendiri adalah nyata. Karakter dalam buku dikembangkannya sedemikian rupa sehingga begitu hidup dan memukau.
Tokoh-tokoh dalam dwilogi ini dikatakannya juga bersumber pada tokoh dalam kehidupan nyata yg kemudian diangkatnya dalam novel yg sepenuhnya imajinatif dan karikatural. (more…)

Andrea Hirata Seman Said Harun. Wikipedia.
Saya baru saja menyelesaikan membaca buku karya Andrea Hirata yang terbaru, sebuah novel dwilogi dalam satu buku, yaitu Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, dan masih merasakan betapa luar biasanya buku ini.
Andrea Hirata telah menjadi penulis favorit saya sejak novel Laskar Pelanginya yang telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa tersebut dan dwiloginya ini semakin meneguhkan dirinya sebagai seorang Grandmaster in Story Telling.
Dwiloginya ini benar-benar semakin menunjukkan kehebatannya sebagai seorang pencerita ulung. Saya meramalkan bahwa ia akan menjadi seorang penulis kelas dunia tak lama lagi dan saya mensejajarkankannya dengan Khaleed Hosseini yang terkenal dengan buku Kite Runner-nya tersebut. Saya bahkan memberikan kredit tambahan kepada Andrea Hirata karena kehebatannya memainkan imajinasinya. Ia seorang Grandmaster dalam kategori yang unik, seorang penulis cerita tentang kepedihan dan kesedihan hidup dengan cara olok-olok yang sangat satiris dan sekaligus lucu amat sangat.
Khaleed Hosseini adalah seorang penulis cerita tragedi dan ironi kehidupan dengan tingkat kepedihan yang sangat mengiris sehingga kita akan merasakannya begitu menyayat sampai ke tulang sumsum dan itu membuatnya sangat terkenal. Andrea Hirata juga mampu membuat sebuah cerita tentang ironi penderitaan hidup dalam tingkatan yang juga menyayat tapi sekaligus mampu meramunya dengan cara bertutur yang sangat jenaka dan bahkan konyol sehingga kita akan tertawa, menertawakan kekonyolan dan ironi hidup tersebut, sampai terpingkal-pingkal. Anda akan heran dibuatnya! Bagaimana mungkin kepedihan hidup tingkat tinggi sebegitu macam mampu diramu menjadi olok-olok yang tak terperikan lucunya?
(more…)
Apakah Anda pernah membaca buku ‘The Secret’ dari Rhonda Byrne? Buku ini pernah menggegerkan dan menjadi perbincangan di seluruh dunia karena dianggap memberikan pandangan baru tentang rahasia alam semesta. Buku itu dipromosikan sebagai buku yang membuka rahasia mengapa manusia bisa sukses dan memberikan cara agar kita juga bisa sukses dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dalam buku tersebut. Buku ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak motivator dalam memberikan pelatihan-pelatihan motivasi diri. Buku ini juga menginspirasi terbitnya buku lain termasuk buku “Membongkar Tiga Rahasia” yang ditulis oleh Agus Mustofa ini.
Jika Anda menikmati buku “The Secret”nya Rhonda Byrne maka saya jamin Anda akan bisa lebih menikmati buku Agus Murstofa ini. Jika Anda merasa mendapat pencerahan dari buku “The Secret” maka buku Agus Mustofa ini akan bisa memberikan Anda kedalaman, meski buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan sederhana.
(more…)
Pernah dengar Chaos Theory? Katanya sih kepak sayap seekor kupu-kupu di belahan dunia sini bisa menjadi gelombang badai di belahan dunia yang lain. Apa dan bagaimana sebenarnya teori tersebut saya sendiri tidak paham. Tapi pagi ini saya melihat betapa dahsyatnya ‘gelombang badai’ yang dihasilkan oleh ‘kepakan sayap kupu-kupu’ seorang Ibu Muslimah, seorang guru SD di sudut terpencil Belitong yang dituangkan secara imajinatif oleh Andrea Hirata dengan novel Laskar Pelanginya. Dahsyat! ‘Kepak sayap kupu-kupu’ Ibu Muslimah tersebut telah membuat gelombang badai dan kegemparan di seantero Indonesia setelah ‘kepakan’ pertamanya ia lakukan belasan tahun yang lalu di sebuah desa kecil bernama Gantong, Belitong, Siapa yang tahu bahwa kepak lemah seekor kupu-kupu di sebuah sudut dunia yang tidak kita kenal, dan mungkin samasekali tidak signifikan bagi kita, dalam jangka waktu puluhan tahun kemudian bisa menjadi badai taifun yang melanda dahsyat?
(more…)
Pernah dengar istilah ‘Bandit Ekonomi’? ‘Bandit Ekonomi’ atau ‘Economic Hit Man’ adalah istilah bagi orang yang mempunyai tugas untuk membangkrutkan sebuah negara dengan memberinya hutang yang begitu besarnya sehingga tidak mungkin dapat dibayar oleh negara tersebut. Hutang yang dibuat-buat dengan dalih pembangunan dan pengurangan kemiskinan tapi sebenarnya bertujuan untuk membangkrutkan negara tersebut karena tidak mungkin akan mampu dibayar dengan proyek yang dibangun dengan dalih hutang tersebut. Setelah tidak mampu membayar barulah pemberi hutang menagihnya dalam bentuk penguasaan SDA negara korbannya.
Ada dua tantangan Bambang Sudibyo, Mediknas, kepada kota Balikpapan dalam kunjungannya kemarin, Pertama, menjadikan Balikpapan sebagai Kota Pelajar dan kedua menjadikan Balikpapan sebagai Ciber City.. Menjadikan Balikpapan sebagai Kota Pelajar dan Cyber City ? Siapa takut!
(more…)
Saya menyelesaikan membaca buku ”Aku Beriman maka Aku Bertanya” sesaat sebelum mendarat di bandara Polonia Medan. Saya membacanya sedikit demi sedikit sejak kemarin lusa karena ingin benar-benar menikmati buku tersebut. Saya ingin ’membaui, mencecap, dan mengunyahnya’ perlahan-lahan sebelum saya ’menelan’nya. Beberapa kali saya harus berhenti untuk meresapkan dan merenungkannya sebelum meneruskan untuk membacanya. The book is very interesting!












Recent Comments