
Bu Siami dan suami, Pak Widodo. Dok. Detik.com
Ketika Susno Duadji dihancurkan karena menjadi ‘whistle blower’ dalam kasus korupsi di institusinya sendiri sebenarnya negara kita sudah menggali kuburannya sendiri. Saya bersedih dan berduka… sampai sekarang! Saya tidak pernah bisa menghapus rasa sedih saya karena kasus tersebut. Ini sebuah kekalahan moralitas bangsa yang telak! Tapi saya tidak tahu harus berbuat apa pun. Bahkan seluruh bangsa Indonesia terpaku tak berdaya menghadapi pukulan balik para pelaku korupsi yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan Susno Duaji. Bahkan Susno Duaji, seorang Jendral Polisi berbintang 3, tak mampu melawan konspirasi para pelaku kejahatan yang hendak diungkapnya. Beliau bahkan harus masuk penjara karena terkena pukulan kasus balik dari koleganya sesama polisi. Bayangkan betapa gilanya! Bahkan polisi berbintang tiga tak mampu membersihkan korupsi dan konspirasi kejahatan yang ada di insititusinya sendiri dan bahkan ia harus mendekam di penjara sebagai konsekuensinya! Apa pesan yang kita terima…?! ‘Sing Jujur Ajur! Jika Anda berupaya untuk menjadi jujur di masyarakat yang tidak jujur ini maka Anda akan hancur berkeping-keping. Jangan coba-coba untuk bersikap jujur jika tidak inign terkena dampaknya seperti Susno Duaji… dan keluarga Ny Siami dalam kasus Ujian Nasional di SDN 2 Gadel ini.
(more…)

Butet Kartaredjasa ala pesuruh sekolah. rujakmanis.com
PTN dengan visi keren “Menjadi Universitas berstandar internasional yang mampu berperan dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang bertumpu pada sumber daya alam khususnya hutan tropis lembab dan lingkungannya.” ternyata dianggap gagal total dalam mengemban visi dan misinya karena saat ini sektor industri kehutanan dan perkayuan rontok dan tak satu pun pakar kehutanan di fakultas paling bergengsi tersebut yang mampu memberikan kontribusi lewat pemikiran dan temuan teknologi tepat gunanya. ‘Nyaris tak ada kata, apalagi karya nyata, yang bisa mereka sumbangkan untuk memulihkan kondisi industri yang selama beberapa dekade dulu menjadi leading ekspor non migas Kaltim’ demikian tulis Tribun Kaltim.
(more…)

Busway. matanews.com
Tak ada kota lain yang memiliki transportasi busway selain Jakarta jadi jika kita bisa naik busway ke kantor maka itu tentulah sebuah ‘kemewahan’.
Busway saat ini merupakan transportasi umum beroda empat yang paling cepat di belantara lalulintas Jakarta yang luar biasa macetnya itu. Bahkan Ferrari keluaran terbaru tidak bisa menandingi kecepatan busway untuk mengantarkan penumpangnya kesana kemari ketika Jakarta sedang membangunkan penduduknya untuk mulai bekerja. Berbagai macam kendaraan pribadi yang mewah dan mampu dilecut dalam kecepatan tinggi akan tersipu-sipu melihat busway melaju di jalurnya yang istimewa tersebut. Tak ada yang bisa menandinginya, kecuali ojek tentunya. Ojek ini sejenis kendaraan umum berpenumpang satu yang mampu melaju di tempat-tempat yang tidak masuk akal. Tak ada tanda ‘Dilarang Masuk’ yang mampu menggentarkan hatinya. Ia bisa masuk ke mana saja yang ia maui dengan lincahnya.
(more…)

Kelelawar. wikipedia.org
Berbeda dengan penghuni lain yang sesekali datang ke rumah kami dan menginap entah di kamar atas atau di kamar belakang yang memang kami persiapkan bagi tamu, penghuni baru ini tidak dikenal oleh anak-anak kami dan bahkan tidak pernah minta ijin kami untuk tinggal. Ia datang dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Kami menamainya sebagai ‘penghuni gelap’.
Bagaimana kami tidak menamainya penghuni gelap jika ia tidak pernah minta ijin untuk tinggal, tidak pernah mengucapkan salam baik ketika ia datang atau pun keluar? Ia datang ketika hari menjelang sore dan menghilang sebelum kami bangun pada subuh hari! Tak satu pun di antara kami yang disapanya. Bahkan ia lewat begitu saja suatu kali ketika saya memergokinya keluar rumah. Saya hanya bisa terpana melihatnya lewat dengan cepat tanpa bisa sekedar mengucapkan “Hai…!” padanya. Meski demikian kami tahu bahwa ia selalu datang dan tinggal di rumah kami SETIAP HARI seolah rumahnya sendiri karena ia meninggalkan kotoran bekas makannya di lantai rumah kami yang secara rutin dibersihkan oleh pembantu kami yang datang setiap pagi untuk menyapu dan mengepel lantai. Berhari-hari ini saya juga melihat sisa-sisa makanannya berserakan di atas lantai kayu rumah kami.
(more…)










Recent Comments