prev next

TUKANG OJEK

Tiga dari sepuluh tukang ojek di Jakarta adalah sarjana,

Pangkalan Ojek. padang-today.com

Anda pasti tahu apa itu ‘Tukang Ojek’. Gak mungkin nggak tahulah! Siapa tahu jika Anda seorang sarjana di Jakarta Anda justru salah satu ‘tukang ojek’ tersebut. Hehehe…! Saya baru tahu apa itu ‘tukang ojek’ setelah lulus SMA dan ‘merantau’ ke Lombok. Bukan ‘merantau’ sebenarnya. Cocoknya ya jalan-jalan gitu. Tapi kalau pakai istilah ‘merantau’ kok kayaknya keren gitu lho!

Saya dulu tinggal di Surabaya, di Jalan Darmokali. Sebetulnya dulu daerah ini tidak masuk bagian kota Surabaya dan disebut Wonokromo. Jadi dulu Surabaya dan Wonokromo itu dianggap dua daerah yang terpisah. Padahal Wonokromo itu hanya sebuah wilayah tak seberapa luas dan merupakan terusan dari jalan Raya Darmo, jalan kota paling prestisius dulu (sampai sekarang rasanya). Hanya orang-orang kaya raya yang tinggal di jalan Raya Darmo.
(more…)

Tags:
 

FERNANDO ALONSO

Fernando Alonso. Google.com

Saya sedang mengerjakan tugas rutin saya (membuka dan membalas email) ketika Tara, anak bungsu saya muncul di ruang komputer dan berkata,”Pak, Mas Alif nggak masuk sekolah.”. Alif itu sepupunya yang satu sekolah dengannya dan ia biasanya ikut dengan Alif berangkat mau pun pulang sekolah. Kebetulan Alif tinggal satu jalan dan jaraknya hanya beberapa rumah dari rumah kami.
Karena tak ada antaran pagi itu maka mau tak mau saya harus mengantarkan Tara ke sekolah. Komputer kutinggalkan dan segera berkemas. Ketika mobil mulai meluncur kuperhatikan jam penunjuk waktu di dashboard. 7:05.

“Jam berapa sekolahmu masuk, Nak?” tanyaku

“Gak tahu. Jam 7:15 barangkali.” jawabnya tak yakin. Ia tak pernah memperhatikan jam berapa sekolahnya mulai karena ia tidak pernah terlambat masuk sekolah.

“Kenapa Mas Alif gak masuk hari ini? Sakitkah” tanyaku.

“Nggak. Mau bolos aja.” Jawabnya.

“Soalnya semua orang libur jadi dia juga mau libur.” Tambahnya seolah tahu bahwa saya akan menanyakan hal ini.Saya lalu ingat bahwa kakaknya, Yufi, libur hari ini.
(more…)

Tags:
 

HARDIKNAS 2011

Ilustrasi. Hardiknas 2011.

Sebuah pesan dari Facebook masuk pagi ini.

Yth Pak Satria Dharma
Pengelola Web ISPI (www.ispi.or.id) akan meminta pendapat tentang hardiknas dan bapak termasuk yang dimohon memberikan pendapat.
Pertanyaannya :
Bagaimana makna Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2011 ini?
Jawaban sebanyak 10-15 kalimat.
mengirim photo yang paling keren.
pendapat akan dimuat di www.ispi.or.id pada tanggal 2 Mei 2011.

Terima kasih

Salam ISPI
Deni Kurniawan As’ari

Dan tiba-tiba darah saya tersirap. Tanpa bisa saya cegah saya merasakan amarah dan kesedihan yang menjadi satu. Hari Pendidikan Nasional di tahun 2011 dan apa yang saya rasakan dan pikirkan saat ini…?! Saya menggeleng-gelengkan kepala saya mengusir rasa marah dan sedih yang datang tiba-tiba tersebut.
Bagaimana saya tidak marah dan sedih jika saya dingatkan betapa kacaunya dunia pendidikan kita saat ini. Berita dibanjiri dengan kabar kecurangan UN yang baru saja berlangsung. Salah satu berita yang kuterima di Facebook adalah sbb : (more…)

Tags:
 

The White Tiger

The White Tiger, Wikipedia

Setiap kali ke toko buku saya selalu mengambil beberapa buku yang saya anggap bagus untuk dibaca. Tapi biasanya saya tidak selalu punya waktu untuk membaca semua buku yang saya beli tersebut. Soalnya sebelum semuanya saya baca saya sudah ke toko buku lagi dan mengembil beberapa buku lagi. Salah satu buku yang sudah saya beli cukup lama tapi tidak sempat saya baca sampai hari ini adalah “The White Tiger” karya Aravind Adiga, seorang keturunan India yang dibesarkan di Australia. Ia menamatkan studinya di Universitas Columbia dan Universitas Oxford. Ia pernah menjadi koresponden India untuk majalah Time.

Meski the White Tiger adalah novel pertamanya tapi novel ini langsung mendapat penghargaan The Man Booker Prize. The Man Booker Prize adalah lembaga yang mempromosikan ‘the finest in fiction by rewarding the very best book of the year’. Penghargaannya adalah ‘the world’s most important literary award’ dan Aravind Adiga adalah pemenang penghargaan tersebut pada tahun 2008. Selain itu karyanya mencatat salah satu novel yang paling cepat penjualannya dalam sejarah The Man Booker Prize. Ini membuktikan bahwa buku Aravind Adiga adalah buku yang luar biasa.

Buku ini tenggelam dalam rak buku saya dan baru saya lihat lagi ketika saya mencari-cari buku untuk saya baca. Hari ini saya akan ke bank dan seperti yang kita ketahui bersama bank mana pun selalu penuh pada hari Senin dan saya pikir alangkah enaknya jika kita bisa menunggu giliran dipanggil sambil membaca sebuah buku yang ‘mak nyus’.
(more…)

 

Ilustrasi. gettyimages.com

Meski mendapat kritikan dan kecaman keras dari berbagai pihak dengan program (Rintisan) Sekolah Bertaraf Internasionalnyanya tapi pemerintah nampaknya bergeming dan akan tetap melanjutkan program itu. Dirjen Mandikdasmen, Prof Suyanto PhD, mengatakan pemerintah akan tetap meneruskan program kontroversial ini meski tahu bahwa di Malaysia program serupa telah gagal dan akan dihentikan (Tempo, Edisi 11-17 April 2011). Di Malaysia program Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam Bahasa Inggeris (PPSMI) yang serupa dengan program Sekolah Bertaraf internasional kita ini yang telah dimulai pada tahun 2003 ternyata gagal dan malah membuat kualitas pendidikan mereka merosot. Apa yang diharapkan dari program prestisius ini ternyata bukannya membuat kualitas pendidikan Malaysia mencorong dan sejajar dengan negara-negara maju seperti yang hendak diharap tapi malah merosot. Itulah sebabnya mereka memutuskan untuk menghentikan program PPSMI ini dan berupaya mencari program lain yang lebih baik.

Meski demikian hal ini tidak menyurutkan semangat pemerintah Indonesia untuk meneruskan program (R)SBI-nya. “Kita tidak usah ikut-ikutan Malaysia,” ujar Prof Suyanto seperti dikutip di Tempo. Maksudnya pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemdiknas, tidak akan ikut-ikutan menghentikan program ini meski juga jeblok. Tidak jelas apa alasan yang mendasari pemerintah untuk tetap ngotot melanjutkan program SBI ini meski hasil kajian dari Balitbang Kemdiknas yang dirilis baru-baru ini sendiri jelas-jelas menunjukkan bahwa tidak ada masa depan bagi program ini. Baru-baru ini Balitbang Kemdiknas yang diminta untuk mengevaluasi program RSBI ini merilis hasil studinya dan ternyata program ini memang memberikan gambaran yang suram. Lantas apa sebenarnya yang kita cari dari program SBI ini? Apa yang melandasi optimisme pemerintah bahwa program ini bakal mendulang sukses dan lebih baik daripada program serupa di Malaysia meski hasil studinya sendiri menunjukkan hasil yang bertolak belakang dengan optimisme tersebut?
(more…)

 

MELAMAR PEKERJAAN

Ilustrasi. Google.com

Seingat saya selama hidup saya pernah dua kali melamar pekerjaan dan ikut tes. Dua-duanya saya diterima.
Pertamakali bekerja sebagai guru SMP di Caruban, kota kecil dekat Madiun saya tidak perlu melamar. Saya ditempatkan di sekolah itu sesuai dengan ikatan dinas yang harus saya penuhi karena ikut program Tunjangan Ikatan Dinas dari program PGSLPYD. PGSLPYD itu singkatan dari Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama Yang Disempurnakan dan merupakan program pendidikan guru setara Diploma 1 yang nantinya lulusannya akan ditempatkan sebagai guru SMP di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Begitu lulus kuliah dari jurusan Bhs Inggris saya langsung mendapat penempatan di Caruban. Sebuah kota kecil yang susah payah harus saya cari di peta Jawa Timur.

Saya tidak langsung berangkat untuk memenuhi kewajiban saya meski SK PNS saya sudah turun. Terus terang saya tidak ingin untuk berangkat pada awalnya karena menjadi guru PNS, apalagi ditempatkan di sebuah kota kecil yang belum pernah saya injak sebelumnya, sungguh bukan tujuan hidup saya. Ogah rasanya saya menjadi guru. Sebagai anak muda kota metropolis macam Surabaya karir sebagai guru sungguh tak menarik samasekali. Di kepala saya waktu itu saya masih berharap bisa jadi seorang psikolog, wartawan atau guide yang bisa melancong ke mana-mana tapi malah dibayar.

Jadi guru…?! Puih…! Nehi lah yaow…! Saya mau ikut program TID dari PGSLPYD hanya karena tertarik pada uang tunjangan dinasnya yang lumayan besar bagi saya waktu itu yang saya peroleh setiap tiga bulan tersebut. Lagipula perkuliahannya saya anggap sebagai kursus bahasa Inggris gratis saja!
(more…)

Tags: