
Ilustrasi. Tenggang Rasa
Apa tepa slira itu…?! Bagi yang tidak mengenal kultur Jawa istilah ‘tepa slira’ paling tepat diterjemahkan menjadi tenggang rasa. Kita menenggang rasa terhadap apa yang diyakini, disikapi, dan dilakukan oleh orang lain.
kalau kita beda, itulah fakta,
bila tidak sama, itupun nyata,
namun dalam beda, kita bisa bersama,
saling tepa-selira, harmoni tercipta.Perbedaan adalah kenyataan yang kita hadapi setiap hari. Tidak ada di dunia ini dua benda yang persis sama, masing-masing pasti memiliki perbedaan. Manusiapun berbeda-beda, terdiri atas berbagai ras, dan tiap-tiap ras memiliki bermacam suku, sukupun memiliki bermacam daerah asal, daerah asal memiliki bermacam keluarga/marga dan seterusnya. Di dalam satu keluargapun memiliki perbedaan, ada yang lebih tua dan yang lebih muda. Demikianlah fakta hidup di dalam dunia ini yang memiliki berbagai macam perbedaan.
Perbedaan antara suami dengan istri bisa menjadi cerita yang sangat panjang, seperti dalam tayangan televisi yang gencar menayangkan perceraian para selebritis. Lebih luas lagi perbedaan antara golongan dapat menjadikan perang saudara, saling mencederai dan bahkan saling membunuh. Mengapa hal demikian terjadi? Semuanya dikarenakan ego masing-masing, entah itu ego pribadi, marga, daerah, golongan dan sebagainya. Sepanjang manusia mementingkan diri sendiri tanpa mau mengerti orang lain, pasti akan bersinggungan kepentingan dengan yang lainnya, kemudian terjadilah saling bertentangan, saling bermusuhan, saling menyakiti satu terhadap yang lain. (more…)











Recent Comments