prev next

MACET

macet.gifBagi orang yang tidak tinggal dan bekerja di Jakarta kata ‘Macet’ mungkin tidak begitu bermakna. Tapi bagi orang yang tinggal dan bekerja di Jakarta maka kata ‘Macet’ memiliki makna yang sama intensnya dengan kata ‘makan’, ‘nongkrong’, ‘bekerja’, dll.
Saya tidak tinggal di Jakarta tapi sekarang bekerja disana dan hampir setiap minggu terbang ke Jakarta untuk bertugas. Meski diusahakan agar hotel dimana saya diinapkan tidak terletak jauh dari kantor saya bekerja di Sudirman tapi saya tetap harus menggunakan taksi untuk ke pulang pergi ke kantor. Saya hanya berjalan kaki kalau menginap di Sahid yang terlalu dekat untuk naik taxi. Tapi saya lebih memilih Atlet Century karena suasananya yang lebih ‘familiar’ dan lebih dekat kemana-mana.
Meski demikian dekatnya hotel saya menginap dan kantor saya bekerja tapi saya tetap mengalami macet ketika pulang kantor. Sebetulnya jalan Sudirman sangat jarang macet dan hanya tersendat sesekali karena jalan tersebut termasuk jalur ‘three in one’ dan taxi boleh meluncur disitu kapan saja.
(more…)

 

Sekolah Bertaraf Internasional : Quo Vadiz?

Ketertinggalan di berbagai bidang di era globalisasi dibandingkan negara-negara tetangga rupanya menyebabkan pemerintah terdorong untuk memacu diri untuk memiliki standar internasional. Sektor pendidikan termasuk yang didorong untuk berstandar internasional. Dorongan itu bahkan dicantumkan di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 50 ayat (3) yang berbunyi, “Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. “.
(more…)

 

MUHAMMAD YUNUS DAN GRAMEEN BANK (Part 3)

Apa arti penting Muhammad Yunus dan Grameen Bank bagi umat Islam? Muhammad Yunus dan proyek Grameen Banknya yang memenangkan hadiah Nobel Perdamaian sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Ini artinya seorang umat Islam diakui oleh dunia sebagai pelopor dan pejuang bagi perdamaian dunia. Ini sungguh luar biasa! Sekarang tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa Islam (atau umatnya) tidak mampu membawa perdamaian pada dunia yang kacau balau ini. Muhammad Yunus adalah tonggak sejarah yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Islam. Beliau adalah satu-satunya umat Islam yang diakui sebagai Pahlawan Pembawa Perdamaian bagi umat manusia sampai saat ini. Justru pada saat Islam dituding sebagai biang terror dimana-mana!

(more…)

 

MUHAMMAD YUNUS DAN GRAMEEN BANK (Part 2)

satria.jpgJika Anda hanya punya kesempatan untuk membaca satu buku saja tahun ini, maka saya akan menganjurkan Anda untuk membaca buku tentang Muhammad Yunus dan Grameen Bank, “Bank for the Poor”. Saya sendiri membaca dari buku terjemahannya yang berjudul “Bank Kaum Miskin” yang diterbitkan oleh Penerbit Marjin Kiri. Di sampul depan buku ini ada sambutan dari Hugo Chavez, Presiden Venezuela, :”Beri tepuk tangan untuk kawan kita, teladan perjuangan melawan kemiskinan.” Jika seorang presiden negara sosialis terkenal macam Hugo Chavez saja sampai angkat topi untuk Muhammad Yunus ,(dan mantan presiden Clinton membawanya ‘runtang-runtung’ di Amerika untuk mengadopsi sistem Grameen Bank di Amerika) Anda bisa bayangkan betapa besar kharismanya. Penganugrahan Nobel Perdamaian 2006 sendiri untuk usaha pengentasan kemiskinan yang dilakukannya melalui usaha mikro kredit menunjukkan betapa pentingnya dan betapa berhasilnya sistem Grameen Bank dalam memerangi kemiskinan, bukan hanya di Bangladesh tapi di seluruh dunia. Apa yang beliau lakukan selama dua puluhan tahun benar-benar menunjukkan hasil yang menakjubkan dan membuktikan bahwa metodenya bisa diterapkan di berbagai negara dengan berbagai budaya. Buku ini menceritakan beberapa pendekatan yang digunakan di berbagai negara yang berbeda kultur dan tingkat social dengan tingkat keberhasilan yang fantastis dalam memerangi kemiskinan yang menjadi musuh bersama bagi kemanusiaan Ya, kemiskinan adalah musuh bersama bagi kemanusiaan. Tidak perduli apa agama Anda, tidak perduli apa suku dan bangsa Anda, tidak perduli apa paham politik Anda, begitu bicara tentang kemiskinan maka ia langsung akan menjadi musuh bersama kita dimana tiba-tiba kita bisa saling mengubur perbedaan dan pertikaian dan bergandengan tangan untuk menghadapinya. Terorisme menjadi tidak relevan dan kehilangan pijakan dalam perspektif ini.

(more…)

 

HEAVEN WISH-LIST : Jika Saya Masuk Sorga Kelak…

Dear all,
Pernahkah Anda bertanya pada diri Anda sendiri apa yang akan Anda minta seandainya Anda masuk surga? Ya, semacam ‘heaven wish-list’, daftar hal-hal yang ingin Anda peroleh jika Anda masuk surga kelak. Bayangkan situasinya dulu. Surga adalah tempat dimana jiwa Anda akan dimasukkan setelah Anda bersusah payah dan bekerja keras melakukan kebajikan-kebajikan di dunia. Di dunia Anda telah berusaha keras sebisa-bisanya untuk melaksanakan perintah Tuhan dan meninggalkan laranganNya. Dan itu adalah suatu perjuangan yang bukan main lho! (Dengar-dengar lebih banyak orang yang masuk neraka ketimbang masuk surga). Itu sebabnya jika Anda masuk surga Anda berhak untuk minta apa saja yang dulunya tidak mungkin Anda peroleh di kehidupan dunia. Just anything you wish!

(more…)

 

MUHAMMAD YUNUS DAN GRAMEEN BANK

yonus_bwk.png Pernahkah Anda mendengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank? Saya sempat mengeluh dalam hati ketika beberapa anak-anak muda di kantor saya menunjukkan wajah bengong mendengar nama tersebut. Kemana saja mereka selama ini? Apa saja informasi yang ia kunyah sehingga nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank tidak pernah didengarnya? Keterlaluan! Tapi, baiklah!, beberapa di antara kita mungkin sibuk menonton sinetron, Tukul, dan berita kriminal sehari-hari sehingga tidak pernah dengar nama Muhammad Yunus dan Grameen Bank. Beliau adalah pemenang Nobel Perdamaian 2006 atas usahanya yang tidak mengenal lelah mengentaskan kemiskinan di Bangladesh dengan mendirikan Grameen Bank, bank khusus untuk dan milik orang miskin.

(more…)

 

GEMPA

450px-peta_administratif_jawa_barat.pngSaya sedang tidur nyenyak di kamar hotel lantai 18 tengah malam ketika bumi terasa bergoyang. Semula saya pikir itu hanya perasaan saya saja. Atau saya mungkin sedikit pusing? Tak mungkin saya pusing ketika tertidur, pikir saya. Tapi bumi benar-benar terasa bergoyang. Tak mungkin ini halusinasi. Tapi kemudian saya dengar ribut-ribut di luar kamar. Saya keluar dan melihat para tamu lain berhamburan keluar menuju emergency exit. Kalau begitu saya tidak sedang mengalami halusinasi. It’s real!

(more…)

 

SEKOLAH KENAPA HARUS GRATIS (PART 2)

Seorang teman yang sering saya ‘tulari’ tentang pentingnya sekolah gratis bagi bangsa menyatakan bahwa ia muilai memahami logika mengapa sekolah gratis itu perlu bagi semua strata rakyat tanpa diskriminasi. Ia juga mulai sadar bahwa sebenarnya sekolah gratis itu ‘dibiayai’ oleh orang-orang kaya yang membayar bermacam-macam pajak sehingga mereka sebetulnya lebih berhak memperoleh sekolah gratis ketimbang orang miskin. Jadi pernyataan bahwa ‘tidak fair jika orang kaya mendapat subsidi dalam bentuk sekolah gratis’ adalah pernyataan yang tidak berdasar.

Meski demikian ia belum percaya bahwa sekolah gratis dalam level makro memang-benar-benar dapat membuat bangsa dan negara justru menjadi jauh lebih maju dan berkembang. Baru-baru ini ia bertanya apakah ada bukti berupa data dan fakta yang menunjukkan bahwa sekolah gratis akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita dan pada akhirnya akan membuat bangsa dan negara kita menjadi lebih bersaing (kompetitif). Tentu saja ada jawab saya. Oleh sebab itu saya kirimkan data-data dan fakta kemajuan pendidikan Kabupaten Jembrana. Selain itu sayakirimkan juga artikel berikut ini.
Mungkin Anda sudah pernah membacanya. Tapi saya pikir membacanya sekali lagi juga tidak rugi.
Enjoy!
SD
(more…)

 

Sekolah Kenapa Harus Gratis?

Dalam sebuah percakapan tiba-tiba seorang teman kepala sekolah bertanya pada saya: ”Kenapa Sampeyan kok menginginkan sekolah gratis termasuk bagi orang kaya? Apa nggak sebaiknya sekolah gratis itu bagi orang miskin saja?” ini pertanyaan yang sering ditanyakan dan juga sudah sering saya jawab tapi ternyata banyak orang yang belum juga paham, termasuk teman kepala sekolah tersebut.

Jadi saya jawab.

(more…)

 

UNAS : MUTU DIHARAP BENCANA DIDAPAT

UNAS (Ujian Nasional) yang diharapkan akan dapat dipakai untuk memetakan kualitas pendidikan secara nasional dan diharapkan akan dapat memacu kerja keras semua pihak di bidang pendidikan ternyata berakhir mengenaskan, dicurangi dimana-mana. Dari berbagai daerah berdatangan laporan tentang terjadinya kecurangan yang dilakukan secara sistematis baik dalam level sekolah maupun dalam level daerah. Tujuan UNAS untuk memetakan dan meningkatkan kualitas pendidikan di setiap daerah jelas tidak tercapai dengan adanya kecurangan dalam skala masif tersebut. UNAS yang menghabiskan dana ratusan milyar dan telah menyedot energi yang begitu besar tersebut menjadi mubazir dan sebaliknya justru mendatangkan bencana berskala nasional, runtuhnya moralitas pendidikan.

(more…)