<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Poligami : Wanita juga ingin</title>
	<atom:link href="http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/</link>
	<description>Centre for the Betterment of Education (CBE)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 04:40:15 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: love</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-1144</link>
		<dc:creator>love</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 11:38:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-1144</guid>
		<description>jujur. poligami memang menyakitkan, tapi memang sebaiknya dilakukan. aq sendir perempuan, dan menurut q sebaikya suami q nanti pligami. kita lihat sisi indahnya aja, byk hal positifnya. bukankah membahagiakan suami juga ibadah???
aq wanita dan aq mau dimadu!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jujur. poligami memang menyakitkan, tapi memang sebaiknya dilakukan. aq sendir perempuan, dan menurut q sebaikya suami q nanti pligami. kita lihat sisi indahnya aja, byk hal positifnya. bukankah membahagiakan suami juga ibadah???<br />
aq wanita dan aq mau dimadu!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rio Suryotejo</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-344</link>
		<dc:creator>Rio Suryotejo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 08:51:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-344</guid>
		<description>Kalo warna biru dicampur warna merah jadinya insyaAllah ungu, warna biru campur ama kuning insyaAllah warnanya hijau, ini adalah logika...tapi pendapat si A dan pendapat si B yang sudah pasti berbeda &quot;warna&quot;, yang ada pastilah pertengkaran, kayak milis ini nih, ada yg berusaha menjelaskan berkepala dingin, ada yang ngotot, ada yg memberikan solusi dan masih ada yang mempermasalahkan.
Sekarang bagi semua pembaca (gak peduli agamanya apa) saya minta pendapat dari fakta2 yang ada :
Org-org tertentu yg beragama islam ada yang masang bom di gereja, di pasar dll, yg pasti juga ada yg mabok, maling melacur dsb, begitu pula yg beragama hindu, budha, kristen, katholik, konghuchu dsb...pasti ada juga yg maling, mabok, pembunuh, perampok, koruptor, penipu dsb (PASTI ADA KAN?), dan kebanyakan itu semua terjadi pada negara/wilayah/daerah dengan mayoritas pemeluk agama/kepercayaan tsb (islam, kristen, hindu dsb...), kita ini ga bakalan tau apa latar belakang mereka melakukan itu semua kan? kecuali ada yang mau membuktikan dan mendatangi setiap daerah dan melakukan survei...Apakah orang2 hindu di bali ga ada yang korupsi/ maling/ rampok dll? Apakah orang2 kapitalis dan ga jelas beragama apa di Amerika sana ga ada yang mbunuh orang/ maling/ korupsi?
Sekarang yang saya tanyakan pada hati nurani anda-anda semuanya, dan tolong dijawab secara jujur pada nurani anda-anda sendiri...SEBENARNYA YANG JAHAT ITU ORANG/ INDIVIDU-NYA ATAU AGAMANYA SIH ??????

bagi yang ingin menjawab langsung ke email saya boleh juga nih rio.suryotejo@yahoo.com. Oiya dan saya adalah seorang muslim TANPA &quot;LABEL&quot; yg berusaha untuk mencari kebenaran sampai saat ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo warna biru dicampur warna merah jadinya insyaAllah ungu, warna biru campur ama kuning insyaAllah warnanya hijau, ini adalah logika&#8230;tapi pendapat si A dan pendapat si B yang sudah pasti berbeda &#8220;warna&#8221;, yang ada pastilah pertengkaran, kayak milis ini nih, ada yg berusaha menjelaskan berkepala dingin, ada yang ngotot, ada yg memberikan solusi dan masih ada yang mempermasalahkan.<br />
Sekarang bagi semua pembaca (gak peduli agamanya apa) saya minta pendapat dari fakta2 yang ada :<br />
Org-org tertentu yg beragama islam ada yang masang bom di gereja, di pasar dll, yg pasti juga ada yg mabok, maling melacur dsb, begitu pula yg beragama hindu, budha, kristen, katholik, konghuchu dsb&#8230;pasti ada juga yg maling, mabok, pembunuh, perampok, koruptor, penipu dsb (PASTI ADA KAN?), dan kebanyakan itu semua terjadi pada negara/wilayah/daerah dengan mayoritas pemeluk agama/kepercayaan tsb (islam, kristen, hindu dsb&#8230;), kita ini ga bakalan tau apa latar belakang mereka melakukan itu semua kan? kecuali ada yang mau membuktikan dan mendatangi setiap daerah dan melakukan survei&#8230;Apakah orang2 hindu di bali ga ada yang korupsi/ maling/ rampok dll? Apakah orang2 kapitalis dan ga jelas beragama apa di Amerika sana ga ada yang mbunuh orang/ maling/ korupsi?<br />
Sekarang yang saya tanyakan pada hati nurani anda-anda semuanya, dan tolong dijawab secara jujur pada nurani anda-anda sendiri&#8230;SEBENARNYA YANG JAHAT ITU ORANG/ INDIVIDU-NYA ATAU AGAMANYA SIH ??????</p>
<p>bagi yang ingin menjawab langsung ke email saya boleh juga nih <a href="mailto:rio.suryotejo@yahoo.com">rio.suryotejo@yahoo.com</a>. Oiya dan saya adalah seorang muslim TANPA &#8220;LABEL&#8221; yg berusaha untuk mencari kebenaran sampai saat ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zulfiki Bin Taha</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-309</link>
		<dc:creator>Zulfiki Bin Taha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 19:55:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-309</guid>
		<description>@ Mursid Kuswardhono,

Sekarang Indonesia bermoral bobrok. Pejabat yang semuanya sudah naik haji dan dari partai berbasis islam, pada bermoral bobrok semua.
Apa yang kita banggakan sekarang di Indonesia selain Prambanan dan Borobudur?
Sekarang hanya ada orang-orang yang memekikkan nama Tuhan dengan ulah yang bejat sehari-harinya. Alquran hanya menanamkan kebencian dan permusuhan. Juga saat khotbah-khotbah di mesjid, umat hanya diajarkan kebencian.
Yang merusak negara Indonesia saat ini adalah Islam. Pemerintah hanya menghabiskan tenaganya untuk mengurus keonaran, kerusuhan, kekerasan yang diakibatkan oleh umat-umat yang memekikkan nama Tuhan. Islam mengajarkan umatnya untuk berulah yang jauh dari kodrat manusia. Yang penting bagi umat muslim adalah di akhirat dan sorga sehingga memperkenankan diri untuk berbuat yang bejat selama hidup. Ini adalah ajaran setan yang menyesatkan umat manusia. Hal ini juga merusak keharmonisan masayrakat dan negara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Mursid Kuswardhono,</p>
<p>Sekarang Indonesia bermoral bobrok. Pejabat yang semuanya sudah naik haji dan dari partai berbasis islam, pada bermoral bobrok semua.<br />
Apa yang kita banggakan sekarang di Indonesia selain Prambanan dan Borobudur?<br />
Sekarang hanya ada orang-orang yang memekikkan nama Tuhan dengan ulah yang bejat sehari-harinya. Alquran hanya menanamkan kebencian dan permusuhan. Juga saat khotbah-khotbah di mesjid, umat hanya diajarkan kebencian.<br />
Yang merusak negara Indonesia saat ini adalah Islam. Pemerintah hanya menghabiskan tenaganya untuk mengurus keonaran, kerusuhan, kekerasan yang diakibatkan oleh umat-umat yang memekikkan nama Tuhan. Islam mengajarkan umatnya untuk berulah yang jauh dari kodrat manusia. Yang penting bagi umat muslim adalah di akhirat dan sorga sehingga memperkenankan diri untuk berbuat yang bejat selama hidup. Ini adalah ajaran setan yang menyesatkan umat manusia. Hal ini juga merusak keharmonisan masayrakat dan negara.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mursid Kuswardhono</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-308</link>
		<dc:creator>Mursid Kuswardhono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 20:50:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-308</guid>
		<description>Bung Zulkifi,
jangan2 anda atheis rupanya....jadi pikiran anda Goblok sekali. Islam adalah agama dengan toleransi tinggi. Kalau anda tidak tahu masalah Islam jangan ngoceh Bego sekenanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Zulkifi,<br />
jangan2 anda atheis rupanya&#8230;.jadi pikiran anda Goblok sekali. Islam adalah agama dengan toleransi tinggi. Kalau anda tidak tahu masalah Islam jangan ngoceh Bego sekenanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mursid Kuswardhono</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-307</link>
		<dc:creator>Mursid Kuswardhono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 20:46:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-307</guid>
		<description>Mbak/Ibu Rahayu,
Maksud polygami bukan begitu, saat Nabi Muhammad akan melamar satu istrinya yang sdh berusia lanjut....istrinya itu bertanya kenapa melamar diriku yang sudah uzur sedang aku sudah tidak bernafsu lagi wahai Nabi...Beliau menjawab engkau Aku melamar demi anakku Fatimah. Ini salah satu tanda tingginya ajaran Islam yang tidak ada di agama manapun. Jadi kalau anda seorang wanita dan diposisikan yang sama dengan cerita diatas ! jangan berkomentar lagi kalau ilmu agama mbak/ibu masih dangkal alias Goblok tahu !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak/Ibu Rahayu,<br />
Maksud polygami bukan begitu, saat Nabi Muhammad akan melamar satu istrinya yang sdh berusia lanjut&#8230;.istrinya itu bertanya kenapa melamar diriku yang sudah uzur sedang aku sudah tidak bernafsu lagi wahai Nabi&#8230;Beliau menjawab engkau Aku melamar demi anakku Fatimah. Ini salah satu tanda tingginya ajaran Islam yang tidak ada di agama manapun. Jadi kalau anda seorang wanita dan diposisikan yang sama dengan cerita diatas ! jangan berkomentar lagi kalau ilmu agama mbak/ibu masih dangkal alias Goblok tahu !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mursid Kuswardhono</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-306</link>
		<dc:creator>Mursid Kuswardhono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 20:34:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-306</guid>
		<description>Ass Wr Wb,
Bp/Ibu HatiNurani,
Sejarah membuktikan bahwa dengan Islam justru bangsa Indonesia dapat disatukan. Itu berarti Islam dapat diterima sepenuhnya oleh suku2 di nusantara. Kalau anda berpikir sebaliknya ??? anda tidak ada bedanya kembali ke zaman Jahiliyah...Majapahit kita jaya itu menurut kacamata waktu itu...kategori jaya sebatas mana ??? jadi jangan berpikir yang terlalu goblok kalau mengungkapkan sesuatu....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass Wr Wb,<br />
Bp/Ibu HatiNurani,<br />
Sejarah membuktikan bahwa dengan Islam justru bangsa Indonesia dapat disatukan. Itu berarti Islam dapat diterima sepenuhnya oleh suku2 di nusantara. Kalau anda berpikir sebaliknya ??? anda tidak ada bedanya kembali ke zaman Jahiliyah&#8230;Majapahit kita jaya itu menurut kacamata waktu itu&#8230;kategori jaya sebatas mana ??? jadi jangan berpikir yang terlalu goblok kalau mengungkapkan sesuatu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mursid Kuswardhono</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-305</link>
		<dc:creator>Mursid Kuswardhono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 20:22:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-305</guid>
		<description>Ass Wr Wb,
Bung Aziz,
Kenapa anda berpikir seolah-olah memojokkan salah satu agama.....jangan berpikir goblok begitu....justru dengan islam kita angkat derajat wanita...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass Wr Wb,<br />
Bung Aziz,<br />
Kenapa anda berpikir seolah-olah memojokkan salah satu agama&#8230;..jangan berpikir goblok begitu&#8230;.justru dengan islam kita angkat derajat wanita&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Merry</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-301</link>
		<dc:creator>Merry</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 23:46:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-301</guid>
		<description>Waktu itu aku sedang bete abis. Pacar gak punya, judi kalah mulu, anak lagi ogah bermalam minggu ama gue. Bengong punya bengong, I decided to get into the chatroom pakai ID sumedang_man747. Kali aja bisa ngerjain cewek cewek.
Masuklah daku ke chatroom yang sedang membahas polygamy. Yang pro and contra maki makian sampe bawa bawa orang suci masing masing. Ada chatter yang mengaku umat Budha ngatain nabi Muhammad sebagai womanizer. Kemudian seorang chatter yang mengaku muslim bilang, &quot;Heh, bilangin sama Budha elu tuh kenapa nggak exercise. Udah gembrot, botak lagi. Liat tuh Yesus, langsing dan rambutnya panjang kayak rocker. 
Buset, dalem atiku. Nih bangsa kapan sempat ngurusin banjir di Jakarta kalo brantem mulu?So anyway, some folks asked my opinion about polygamy. Aku jawab dengan jawaban stereotype laki laki.
 &quot;Polygamy itu solusi. Lebih baik ber Polygamy daripada melacur&quot;. 
Wah. Kontan semua menyerang aku. Ada yang bilang dasar aku nggak bisa menahan libido lah, ada yang bilang aku sex maniac lah, ada yang bilang aku ini mata keranjang dengan menggunakan polygamy untuk menyembunyikan hasrat sex ku yang tak terbendung. Buseeet, abis gue dimaki para cewek yang mengaku prihatin terhadap sesama wanita. Belum lagi dimaki oleh laki laki penentang polygamy. Aku kemudian dinasehati untuk menghargai wanita dalam susah dan senang, dalam sakit dan sehat. Menasehati saya supaya sensitive terhadap perasaan wanita yang tidak mau kekasihnya dibagi. Aku gak kasi komentar.
Beberapa orang menantang aku untuk masuk Voice Chat (VC). Katanya dia capek ngetik terus. Katanya jarinya udah keriting dari tadi ngetik terus. Dia bertanya, &quot;Kenapa kamu anggap diri kamu lemah sehingga kamu bilang kamu setuju polygamy untuk sebagai solusi? &quot;Memang kerjaan kamu apa sih? Kamu kaya sedikit aja udah berpikiran sanggup punya istri lagi&quot;. 
Akhirnya saya menjawab. &quot;Saya seorang janda ditinggal mati. Saya punya anak 4. Saya seorang pelacur. Setiap hari saya selalu berharap agar ada lelaki yang mau menjadikan saya sebagai istri mudanya karena saya sudah lelah melacur supaya anak anak saya hidup&quot;. Polygamy bagi saya adalah solusi yang jauh lebih baik dari melacur.
Silence in the room.

Martha Rumimper

Saya suka tulisan Martha ini. Menimbulkan inspirasi (entah buat orang lain). Ini contoh dari hal yang saya percayai, yaitu bahwa kita memang tidak bisa mengklaim kebenaran karena kita tidak tahu semua fakta yang ada (atau kita tidak bisa melihat gajah secara utuh, kata Anton). Ada cerita yang menarik untuk itu.
Suatu ketika di sebuah kereta api yang penuh dengan penumpang ada seorang bapak dengan tiga anaknya yang ikut di kereta tersebut. Ke tiga anak tersebut sangatlah ributnya. Mereka berteriak-terak, saling dorong, berlari kesana kemari dan bertingkah sangat menyebalkan bagi penumpang lainnya. Penumpang lainnya jelas sekali sangat terganggu dengan ketiga anak tersebut tapi mereka tidak berusaha menegur anak-anak tersebut. Mereka berharap agar bapaknya sendirilah yang hendaknya menegur mereka. Bukankah anak-anak tersebut adalah tanggung jawabnya? Lagipula semestinya si bapak paham bahwa prilaku anak-anaknya tersebut sangat mengganggu penumpang lain yang ingin beristirahat di kereta. Tapi nampaknya si bapak tidak perduli dengan tingkah laku anaknya yang membuat onar tersebut. Ia mendiamkan saja tingkah laku anaknya dan seolah tidak perduli dengan sikap penumpang lain yang menunjukkan wajah kesal terhadap tingkah laku mereka.
Akhirnya seorang penumpang tidak tahan lagi. Ia segera menghampiri si bapak dan memintanya agar menenangkan anak-anaknya karena telah mengganggu penumpang lain. Penumpang lain merasa senang karena pada akhirnya ada seseorang yang bersedia untuk menyampaikan betapa terganggunya mereka dengan tingkah laku anak-anak tersebut.
Si bapak menghela napas panjang, memandang wajah para penumpang dan kemudian berkata,:”Saya mohon maaf atas tingkah laku anak-anak saya ini. Saya tahu bahwa tingkah laku mereka mengganggu Anda sekalian. Tapi saya tidak tega menghardik atau memperingatkan mereka karena mereka baru saja mengalami peristiwa yang berat. Ibu mereka baru saja meninggal dan kami baru saja menguburkannya. Mungkin mereka masih sangat kehilangan dan bertingkah seperti ini. Saya tidak tega menegur mereka”
Silence in the train.  
(Kalau mau dibikin dramatik cerita bisa diteruskan dengan beberapa penumpang yang semula ingin sekali menjewer telinga anak-anak tersebut justru kemudian menjadi simpati dan ingin mengelus-elus kepala si anak) 
Apa moral dari cerita ini? Kita tidak selalu tahu keseluruhan realita untuk dapat menghakimi bahwa apa yang kita yakini sebagai suatu kebenaran adalah ‘the real and only truth’
Saya ambil kasus Poso (ini kasus nyata dan perlu kita jadikan tempat untuk belajar). Apa yang kita ketahui tentang Poso adalah mungkin seperti apa yang diketahui oleh penumpang di kereta tersebut. Kita merasa terganggu, marah,  mual, ingin menegakkan ‘hukum dan keadilan’ sekeras-kerasnya, dll. Pertanyaannya, apakah kita sudah mengetahui realita sebenarnya? Apakah kita sudah bisa merasakan Poso seperti orang Poso merasakannya sehingga kita kok berani-beraninya menganggap bahwa pendapat kita pastilah benar dan orang lain pastilah salah? Jika apa yang kita inginkan untuk dilakukan dan benar-benar dilakukan, apakah tindakan itu adalah tindakan yang paling tepat dan adil? ‘Tepat dan adil’ berdasarkan siapa? Apakah kita punya hak untuk menentukan tindakan yang ‘tepat dan adil’ tersebut? Apakah kita lebih tahu fakta dan realita sebenarnya ketimbang orang Poso itu sendiri? Who are we to judge?
Satu hal yang perlu dipahami oleh para milist yaitu bahwa apapun yang kita diskusikan dan pertengkarkan di milis ini (termasuk kasus Poso), jika menyangkut realita maka itu hanyalah realita kita sendiri. It has nothing to do with kasus Poso itu sendiri. Realita kasus Poso itu terpisah sama sekali dengan realita kita di milis ini.  So tidak perlulah merasa bahwa pendapat kita akan mempengaruhi realitas di Poso. Itu namanya berilusi.
Bagaimana mungkin kita akan bersikap adil terhadap apa yang terjadi di Poso jika dari jarak begitu jauh saja kita sudah tidak mampu mendengar fakta dan realita dari pihak atau kelompok yang ‘tidak kita sukai’? Baru mendengar ‘pembelaan’ dari saya saja Anda sudah berang, meradang, mencaci, dan ingin men’delete’ saya? Bayangkan kalau Anda berada pada situasi ‘kelompok putih’ dan sehari-hari mengalami realitas mereka. Anda tentu akan berpendapat berbeda. Haqqul yakin. 

Cerita Martha yang cerdas tersebut menunjukkan bahwa pendapat : &quot;Polygamy itu solusi. Lebih baik berpolygamy daripada melacur&quot;. Itu bisa sangat benar dan terbukti mampu ‘membunuh’ semua pendapat yang menentang pernyataan tersebut di chat room ketika mereka tahu realita dari pernyataan tersebut. 
Itu juga alasan mengapa saya tidak menentang poligini. Ada situasi-situasi yang justru akan membuat poligini menjadi sangat rasional dan dianjurkan. Nabi Muhammad mempraktekkan poligini dengan realita yang dihadapinya. Yaitu ketika banyak janda-janda korban perang yang perlu dilindungi dan dinafkahi. Kenapa harus dikawini? Karena itu realita yang ada pada waktu itu. Nabi Muhammad tentu lebih tahu realita yang ada di masa dan komunitasnya ketimbang kita yang sok tahu ini. Apakah ini lantas menjadikan poligini sebagai ‘ajaran’ atau istilahnya ‘sunnah (sesuatu yang baik dari nabi untuk dikuti)? Tentu saja ya, dengan syarat bahwa kita menghadapi realita yang sama dengan yang dialami nabi Muhammad.   Bagaimana dengan kasus Aa Gym? Silakan nilai sendiri apakah Aa Gym menghadapi realita yang sama, atau minimal mendekatilah, dengan realita Nabi Muhammad.  
Salam
Satria</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu aku sedang bete abis. Pacar gak punya, judi kalah mulu, anak lagi ogah bermalam minggu ama gue. Bengong punya bengong, I decided to get into the chatroom pakai ID sumedang_man747. Kali aja bisa ngerjain cewek cewek.<br />
Masuklah daku ke chatroom yang sedang membahas polygamy. Yang pro and contra maki makian sampe bawa bawa orang suci masing masing. Ada chatter yang mengaku umat Budha ngatain nabi Muhammad sebagai womanizer. Kemudian seorang chatter yang mengaku muslim bilang, &#8220;Heh, bilangin sama Budha elu tuh kenapa nggak exercise. Udah gembrot, botak lagi. Liat tuh Yesus, langsing dan rambutnya panjang kayak rocker.<br />
Buset, dalem atiku. Nih bangsa kapan sempat ngurusin banjir di Jakarta kalo brantem mulu?So anyway, some folks asked my opinion about polygamy. Aku jawab dengan jawaban stereotype laki laki.<br />
 &#8220;Polygamy itu solusi. Lebih baik ber Polygamy daripada melacur&#8221;.<br />
Wah. Kontan semua menyerang aku. Ada yang bilang dasar aku nggak bisa menahan libido lah, ada yang bilang aku sex maniac lah, ada yang bilang aku ini mata keranjang dengan menggunakan polygamy untuk menyembunyikan hasrat sex ku yang tak terbendung. Buseeet, abis gue dimaki para cewek yang mengaku prihatin terhadap sesama wanita. Belum lagi dimaki oleh laki laki penentang polygamy. Aku kemudian dinasehati untuk menghargai wanita dalam susah dan senang, dalam sakit dan sehat. Menasehati saya supaya sensitive terhadap perasaan wanita yang tidak mau kekasihnya dibagi. Aku gak kasi komentar.<br />
Beberapa orang menantang aku untuk masuk Voice Chat (VC). Katanya dia capek ngetik terus. Katanya jarinya udah keriting dari tadi ngetik terus. Dia bertanya, &#8220;Kenapa kamu anggap diri kamu lemah sehingga kamu bilang kamu setuju polygamy untuk sebagai solusi? &#8220;Memang kerjaan kamu apa sih? Kamu kaya sedikit aja udah berpikiran sanggup punya istri lagi&#8221;.<br />
Akhirnya saya menjawab. &#8220;Saya seorang janda ditinggal mati. Saya punya anak 4. Saya seorang pelacur. Setiap hari saya selalu berharap agar ada lelaki yang mau menjadikan saya sebagai istri mudanya karena saya sudah lelah melacur supaya anak anak saya hidup&#8221;. Polygamy bagi saya adalah solusi yang jauh lebih baik dari melacur.<br />
Silence in the room.</p>
<p>Martha Rumimper</p>
<p>Saya suka tulisan Martha ini. Menimbulkan inspirasi (entah buat orang lain). Ini contoh dari hal yang saya percayai, yaitu bahwa kita memang tidak bisa mengklaim kebenaran karena kita tidak tahu semua fakta yang ada (atau kita tidak bisa melihat gajah secara utuh, kata Anton). Ada cerita yang menarik untuk itu.<br />
Suatu ketika di sebuah kereta api yang penuh dengan penumpang ada seorang bapak dengan tiga anaknya yang ikut di kereta tersebut. Ke tiga anak tersebut sangatlah ributnya. Mereka berteriak-terak, saling dorong, berlari kesana kemari dan bertingkah sangat menyebalkan bagi penumpang lainnya. Penumpang lainnya jelas sekali sangat terganggu dengan ketiga anak tersebut tapi mereka tidak berusaha menegur anak-anak tersebut. Mereka berharap agar bapaknya sendirilah yang hendaknya menegur mereka. Bukankah anak-anak tersebut adalah tanggung jawabnya? Lagipula semestinya si bapak paham bahwa prilaku anak-anaknya tersebut sangat mengganggu penumpang lain yang ingin beristirahat di kereta. Tapi nampaknya si bapak tidak perduli dengan tingkah laku anaknya yang membuat onar tersebut. Ia mendiamkan saja tingkah laku anaknya dan seolah tidak perduli dengan sikap penumpang lain yang menunjukkan wajah kesal terhadap tingkah laku mereka.<br />
Akhirnya seorang penumpang tidak tahan lagi. Ia segera menghampiri si bapak dan memintanya agar menenangkan anak-anaknya karena telah mengganggu penumpang lain. Penumpang lain merasa senang karena pada akhirnya ada seseorang yang bersedia untuk menyampaikan betapa terganggunya mereka dengan tingkah laku anak-anak tersebut.<br />
Si bapak menghela napas panjang, memandang wajah para penumpang dan kemudian berkata,:”Saya mohon maaf atas tingkah laku anak-anak saya ini. Saya tahu bahwa tingkah laku mereka mengganggu Anda sekalian. Tapi saya tidak tega menghardik atau memperingatkan mereka karena mereka baru saja mengalami peristiwa yang berat. Ibu mereka baru saja meninggal dan kami baru saja menguburkannya. Mungkin mereka masih sangat kehilangan dan bertingkah seperti ini. Saya tidak tega menegur mereka”<br />
Silence in the train.<br />
(Kalau mau dibikin dramatik cerita bisa diteruskan dengan beberapa penumpang yang semula ingin sekali menjewer telinga anak-anak tersebut justru kemudian menjadi simpati dan ingin mengelus-elus kepala si anak)<br />
Apa moral dari cerita ini? Kita tidak selalu tahu keseluruhan realita untuk dapat menghakimi bahwa apa yang kita yakini sebagai suatu kebenaran adalah ‘the real and only truth’<br />
Saya ambil kasus Poso (ini kasus nyata dan perlu kita jadikan tempat untuk belajar). Apa yang kita ketahui tentang Poso adalah mungkin seperti apa yang diketahui oleh penumpang di kereta tersebut. Kita merasa terganggu, marah,  mual, ingin menegakkan ‘hukum dan keadilan’ sekeras-kerasnya, dll. Pertanyaannya, apakah kita sudah mengetahui realita sebenarnya? Apakah kita sudah bisa merasakan Poso seperti orang Poso merasakannya sehingga kita kok berani-beraninya menganggap bahwa pendapat kita pastilah benar dan orang lain pastilah salah? Jika apa yang kita inginkan untuk dilakukan dan benar-benar dilakukan, apakah tindakan itu adalah tindakan yang paling tepat dan adil? ‘Tepat dan adil’ berdasarkan siapa? Apakah kita punya hak untuk menentukan tindakan yang ‘tepat dan adil’ tersebut? Apakah kita lebih tahu fakta dan realita sebenarnya ketimbang orang Poso itu sendiri? Who are we to judge?<br />
Satu hal yang perlu dipahami oleh para milist yaitu bahwa apapun yang kita diskusikan dan pertengkarkan di milis ini (termasuk kasus Poso), jika menyangkut realita maka itu hanyalah realita kita sendiri. It has nothing to do with kasus Poso itu sendiri. Realita kasus Poso itu terpisah sama sekali dengan realita kita di milis ini.  So tidak perlulah merasa bahwa pendapat kita akan mempengaruhi realitas di Poso. Itu namanya berilusi.<br />
Bagaimana mungkin kita akan bersikap adil terhadap apa yang terjadi di Poso jika dari jarak begitu jauh saja kita sudah tidak mampu mendengar fakta dan realita dari pihak atau kelompok yang ‘tidak kita sukai’? Baru mendengar ‘pembelaan’ dari saya saja Anda sudah berang, meradang, mencaci, dan ingin men’delete’ saya? Bayangkan kalau Anda berada pada situasi ‘kelompok putih’ dan sehari-hari mengalami realitas mereka. Anda tentu akan berpendapat berbeda. Haqqul yakin. </p>
<p>Cerita Martha yang cerdas tersebut menunjukkan bahwa pendapat : &#8220;Polygamy itu solusi. Lebih baik berpolygamy daripada melacur&#8221;. Itu bisa sangat benar dan terbukti mampu ‘membunuh’ semua pendapat yang menentang pernyataan tersebut di chat room ketika mereka tahu realita dari pernyataan tersebut.<br />
Itu juga alasan mengapa saya tidak menentang poligini. Ada situasi-situasi yang justru akan membuat poligini menjadi sangat rasional dan dianjurkan. Nabi Muhammad mempraktekkan poligini dengan realita yang dihadapinya. Yaitu ketika banyak janda-janda korban perang yang perlu dilindungi dan dinafkahi. Kenapa harus dikawini? Karena itu realita yang ada pada waktu itu. Nabi Muhammad tentu lebih tahu realita yang ada di masa dan komunitasnya ketimbang kita yang sok tahu ini. Apakah ini lantas menjadikan poligini sebagai ‘ajaran’ atau istilahnya ‘sunnah (sesuatu yang baik dari nabi untuk dikuti)? Tentu saja ya, dengan syarat bahwa kita menghadapi realita yang sama dengan yang dialami nabi Muhammad.   Bagaimana dengan kasus Aa Gym? Silakan nilai sendiri apakah Aa Gym menghadapi realita yang sama, atau minimal mendekatilah, dengan realita Nabi Muhammad. <br />
Salam<br />
Satria</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: GANDHUNG</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-300</link>
		<dc:creator>GANDHUNG</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 04:20:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-300</guid>
		<description>BAGI NON MUSLIM DAN MUSLIM/MUSLIMAH YG KURANG ILMU  - SILAHKAN SAJA BENCI, MUAK, MENCACI DSB.

BAGI YG MUSLIM/MUSLIMAH YG INGIN MENGIKUTI AL QUR&#039;AN DAN HADIST - SILAHKAN SAJA BACA BIOGRAPHI PARA SAHABAT NABI, TABIIN, AHLI FIKIH, PEMUKA SUFI DLL. MEREKA JUGA POLIGAMI TUH! APA MEREKA SALAH TAFSIR? APA MEREKA MEMANJAKAN NAFSU DAN JAUH DARI HIDUP ZUHUD?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BAGI NON MUSLIM DAN MUSLIM/MUSLIMAH YG KURANG ILMU  &#8211; SILAHKAN SAJA BENCI, MUAK, MENCACI DSB.</p>
<p>BAGI YG MUSLIM/MUSLIMAH YG INGIN MENGIKUTI AL QUR&#8217;AN DAN HADIST &#8211; SILAHKAN SAJA BACA BIOGRAPHI PARA SAHABAT NABI, TABIIN, AHLI FIKIH, PEMUKA SUFI DLL. MEREKA JUGA POLIGAMI TUH! APA MEREKA SALAH TAFSIR? APA MEREKA MEMANJAKAN NAFSU DAN JAUH DARI HIDUP ZUHUD?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahayu</title>
		<link>http://satriadharma.com/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/comment-page-1/#comment-220</link>
		<dc:creator>rahayu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 05:41:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.com/index.php/2006/12/09/poligami-wanita-juga-ingin/#comment-220</guid>
		<description>Poligami...........
Pembicaraan menarik yg tidak pernah ada hentinya.
Ketika ada alim ulama yg terkenal itu berpoligami sungguh santer dibicarakan masyarakat bahkan sampai pemerintah.
Tentu ada yg pro&amp;kontra. Tapi saya percaya kebanyakan wanita memilih KONTRA. Poligami BUKAN satu-satunya jalan menuju surga. Banyak pintu menuju surga dengan jalan yg lebih indah bukan dengan mengorbankan perasaan kita. Ketika telah terucap janji pernikahan untuk mengarungi kehidupan bersama, kita harus tahu kalau itu perjanjian antara kita dg pasangan kita dan Tuhan tentunya.
Adil dalam poligami itu TIDAK MUNGKIN. Karena cinta itu sendiri tidak bisa dibagi secara adil.
Jangan jadikan nafsu untuk berpoligami!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Poligami&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Pembicaraan menarik yg tidak pernah ada hentinya.<br />
Ketika ada alim ulama yg terkenal itu berpoligami sungguh santer dibicarakan masyarakat bahkan sampai pemerintah.<br />
Tentu ada yg pro&amp;kontra. Tapi saya percaya kebanyakan wanita memilih KONTRA. Poligami BUKAN satu-satunya jalan menuju surga. Banyak pintu menuju surga dengan jalan yg lebih indah bukan dengan mengorbankan perasaan kita. Ketika telah terucap janji pernikahan untuk mengarungi kehidupan bersama, kita harus tahu kalau itu perjanjian antara kita dg pasangan kita dan Tuhan tentunya.<br />
Adil dalam poligami itu TIDAK MUNGKIN. Karena cinta itu sendiri tidak bisa dibagi secara adil.<br />
Jangan jadikan nafsu untuk berpoligami!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

