prev next

PENDIDIKAN ISLAM: DAS SEIN DAN DAS SOLLEN

“Dan tatkala Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Aku hendak jadikan khalifah di mukabumi.” Mereka bertanya,”Apakah kau tempatkan di sana orang yang merusak dan menumpahkan darah, sedangkan kami bertasbih memuji Kau, dan menguduskan nama-Mu? (Tuhan menjawab dan) berfirman, “Sungguh Aku tahu apa yang kamu tiada tahu.” (Al-Baqarah 30)

PENDAHULUAN
Manusia adalah mahluk yang ditunjuk dan bersedia untuk menjadi khalifah di dunia. Penunjukan dan kesediaan untuk menjadi khalifah ini memberikannya konsekewensi yang besar karena sebagai mahluk manusia bukanlah mahluk yang terkuat, terbesar, tercepat, tertinggi, terpanjang umurnya, dll. Manusia juga tidak dibekali dengan senjata ditubuhnya seperti cakar yang kuat, bisa yang mematikan, tanduk yang runcing, dll untuk bertahan. Tetapi oleh Tuhan manusia diberi satu bekal yang akan mampu membuatnya menjadi lebih pandai, lebih hebat, dan lebih mulia daripada mahluk lain, yaitu AKAL.
Akal sendiri bukanlah suatu alat yang ‘built-up’ dan siap pakai. Ia haruslah dikembangkan dan diasah sehingga mampu menjadi suatu alat ataupun senjata yang sangat ampuh untuk mampu mengendalikan dan memanfaatkan mahluk Allah yang lain dalam tugasnya sebagai khalifah tersebut. Adalah manusia sendiri yang berkewajiban untuk mengembangkan akalnya tersebut untuk berfikir dan menggunakan akalnya tersebut dalam usaha untuk survive dan hidup sejahtera. Dari sinilah munculnya semua filsafat tentang pendidikan baik itu yang berpaham Kapitalisme, Sosialisme, Komunisme, maupun filsafat agama

(more…)

 

Hampir semua sepakat bahwa dari tiga faktor penentu keberhasilan pendidikan yaitu : perangkat keras (hardware) yang meliputi : ruang belajar, peralatan praktek, laboratorium, perpustakaan, dll,; perangkat lunak (software) yang meliputi :kurikulum, program pengajaran, manajemen sekolah, sistem pembelajaran, dll, serta perangkat pikir (brainware) yaitu : guru, kepala sekolah, anak didik, dan orang-orang yang terkait dalam proses tersebut; maka guru adalah faktor yang paling menentukan. Argumentasinya adalah, ruang belajar bisa sangat sederhana; peralatan, laboratorium dan perpustakaan bisa kurang memadai, tapi bila gurunya memiliki kualitas yang tinggi dalam mengajar maka guru tersebut akan dapat berinovasi untuk mencapai tujuan pengajarannya. Sebaliknya jika meskipun semuanya tersedia, jika gurunya tidak berkualitas maka semua peralatan tersebut tidak akan ada gunanya. Dahulu ada ‘joke’ tentang keinginan bangsa Jepang untuk tukar menukar tanah air dengan kita. Bangsa Indonesia silakan pindah ke Jepang dan ambil semua kekayaan Jepang dan ditambah boleh membawa semua harta yang ada dari Indonesia. Sebaliknya bangsa Jepang akan pindah ke tanah air kita hanya dengan mengenakan celana kolor saja. Dijamin dalam jangka waktu singkat bangsa Jepang akan kembali kaya dan tetap unggul karena keunggulan brainwarenya. Sebaliknya, meskipun telah mewarisi banyak harta dari Jepang, tak lama kita tentu akan terpuruk lagi karena SDM kita yang lemah. Jepang sangat percaya bahwa pendidikan adalah sangat penting dan guru merupakan profesi yang sangat terhormat dan sangat dihargai. Di Australia sendiri banyak master dan doktor yang bersedia menjadi guru (bukan dosen) di sekolah dasar dan menengah karena gaji mereka tercukupi di sana.

(more…)